TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Upaya mewujudkan Kota Tasikmalaya yang bersih, sehat, dan nyaman masih terganjal persoalan klasik yang tak kunjung hilang.
Di tengah gencarnya penanganan sampah oleh pemerintah, keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar masih menjadi noda yang mencoreng wajah kota.
Tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah ruas jalan tak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengancam kesehatan lingkungan.
Baca Juga:Tasik Resik Jangan Berhenti di Seremoni, 27 SKPD Dikerahkan Bersihkan Jalan Mangkubumi-IndihiangIPAL TPA Ciangir Belum Beroperasi, Viman Kejar Suplai Listrik dan Ancam Oknum Nakal
Ironisnya, di beberapa lokasi, fasilitas pembuangan sampah telah tersedia lengkap dengan spanduk larangan, namun masih saja diabaikan.
Salah satu titik yang menjadi sorotan berada di Jalan KH Tubagus Abdullah, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu.
Di lokasi tersebut, kontainer sampah telah disediakan pemerintah. Namun, sampah justru menumpuk di luar kontainer hingga meluber ke tepi jalan.
Spanduk bertuliskan larangan membuang sampah sembarangan yang terpasang di dekat lokasi itu pun seakan hanya menjadi penghias jalan.
Pesan yang seharusnya menjadi pengingat justru kalah oleh kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah tanpa aturan.
Padahal, lokasi tersebut sudah beberapa kali dibersihkan oleh pihak kelurahan bersama masyarakat.
Namun, setelah bersih, tumpukan sampah kembali muncul. Bahkan, tidak sedikit yang berpindah ke titik lain yang tak jauh dari lokasi semula.
Baca Juga:Inflasi Kota Tasikmalaya Tetap Terkendali, Viman Minta TPID Tancap Gas Jaga Harga Wali Kota Tasikmalaya Raih Penghargaan Penggerak UMKM, Jadi Angin Segar di Tengah Tantangan Ekonomi
Fenomena serupa juga ditemukan di sejumlah wilayah lain seperti Jalan Mancogeh, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes.
Kemunculan TPS liar yang terus berulang menjadi tantangan besar dalam mewujudkan Kota Tasikmalaya yang tertata dan asri.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Kota Tasikmalaya Feri Arif Maulana mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan kemunculan TPS liar.
Mulai dari edukasi kepada masyarakat hingga pembersihan rutin di lapangan.
“Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Feri, Kamis (11/6/2026).
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat ikut aktif memilah sampah, memisahkan sampah organik dan nonorganik, serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan,” sambungnya.
Menurutnya, penanganan TPS liar hampir dilakukan setiap hari. Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain kawasan Jalan Swaka, Jalan Maksudi, hingga Jalan Sutoko.
Petugas secara rutin melakukan pengangkutan dan pembersihan agar sampah tidak terus menumpuk dan mengganggu lingkungan sekitar.
