Program Ketahanan di Pangandaran Dapat Dukungan Kajian Akademis dari Sespimmen Polri Angkatan 67

ketahanan pangan pangandaran, sespimmen polri, polres pangandaran
Ketua Tim Sespimmen Polri Angkatan 67 Brigjen Jimmy Agustinus (kiri) bersama Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari saat di Mapolres Pangandaran, Kamis (13/8/2026) (Foto: Istimewa)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Program ketahanan pangan di Kabupaten Pangandaran mendapat dukungan dari Alumni Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri angkatan 67. Dukungan tersebut dilakukan dengan kajian akademis yang akan menghasilkan rekomendasi supaya program berjalan maksimal.

Kajian tersebut dianalisis melalui Organization Health Organization (OHA) dan Environmental Scanning (ES), melalui Management Course 3.

Ketua Tim Sespim Polri Brigjen Jimmy Agustinus mengatakan pihaknya datang ke Pangandaran untuk mendukung pemerintahan dalam menjaga kedaulatan pangan.

Baca Juga:Vendor Nunggak Setoran Retribusi , Dewan Minta Kerja Sama Parkir Dishub Kota Tasikmalaya DievaluasiPenularan HIV/Aids di Kota Tasikmalaya Masih Didominasi LGBT! Hasil Pemeriksaan 808 LSL , 40 Orang Positif

“Kami datang kesini untuk mendukung program presiden, melalui kajian akademis, kami akan memberikan rekomendasi strategis kepada Forpimda Pangandaran,” ungkapnya di Mapolres Pangandaran Kamis (13/8/2026).

Kajian akademis tersebut, akan menjadikan embrio Satgas Pangan Kabupaten Pangandaran yang akan mengawal strategi kebijakan pangan dari hulu ke hilir.

Bupati Pangandaran Hj Citra Pitriyami mengatakan kajian Tim Sespimmen Polri tentang ketahanan pangan sebagai wujud sinergitas dan kolaborasi bersama.

Asda II Kabupaten Pangandaran Untung Saeful Rohman mengatakan untuk ketersediaan beras di Kabupaten Pangandaran terhitung masih aman, atau surplus.

“Walaupun ada hambatan musim kemarau yang panjang, tapi para petani masih bisa menghasilkan beras yang cukup optimal,” katanya.

Sementara untuk kebutuhan pokok lainnya seperti daging, telur, sayur dan lainya, masih dipasok dari luar daerah.” Terutama sayuran, karena daerah Pangandaran masih tergolong cuaca yang panas sehingga kurang cocok untuk sayuran,” ujarnya.

Dia berharap, adanya rekomendasi strategis melalui kajian akademis dari Sespimmen, bisa membantu penguatan ketahan pangan di Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga:RAJA PLT!Setoran Tidak Sesuai Target, Vendor Parkir di Kota Tasikmalaya Nunggak Retribusi

“Contoh saja, di Kabupaten Pangandaran belum ada Bulog, sementara Pangandaran surplus padi atau beras, sehingga ini bisa jadi rekomendasi kedepan, harus ada gudang bulog disini,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan adanya gudang bulog di Pangandaran bisa membantu petani.”Bisa berkolaborasi,” terangnya.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari mengatakan, Collaborative strategy menjadi kekuatan Polri untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Sesuai dengan komitmen kami untuk Santun, Empati, Tanggap, Innovatif dan Akuntabel.” ucapnya. (Deni Nurdiansah)

0 Komentar