TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 turun ke lokasi pembangunan fisik di Desa Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (12/08). Kepala Tim Wasev Direktur Teritorial Pusat Teritorial Angkatan Darat (Dirter Pusterad) Brigjen TNI Farouk Fakar, Spd., M.Han menilai hasil pelaksanaan TMMD di wilayah Desa Parungponteng terbukti melampaui target teknis sekaligus mencapai sasaran sosiologis (kemanunggalan).
“Saya lihat secara umum hasilnya berjalan dengan baik ya. Artinya berkesesuaian antara laporan secara administratif dengan pengawasan di lapangan,” ungkap Dirter Pusterad Brigjen TNI Farouk Fakar kepada radartasik.id.
Brigjen Farouk mengakui keberanian Dandim 0612/Tasikmalaya dalam melaksanakan Program TMMD ke-129 ini banyak di antaranya melampaui target yang telah ditetapkan. Seperti rehab dan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta mampu membangun MCK.
Baca Juga:Resmi Ditutup, TMMD ke-129 Tuntas 100 Persen Bupati Tasikmalaya Mengaku PuasTMMD ke-129 Bikin Haru Keluarga Dadi, dari Hidup Menumpang Menuju Rumah Impian
“Rumah di sini (Desa Parungponteng, red) diratakan kemudian dibangun permanen. Dadim cukup berani dan tentu sudah ada perhitungannya. Ini cukup bagus. Artinya Dandim bisa merangkul berbagai pihak, sehingga dari anggaran yang ditetapkan bisa digunakan maksimal ditambah dukungan dari pihak lain. Misalnya tambahan bantuan material,” terang dia.
Dalam Program TMMD, sambung dia, kemanunggalan TNI dan rakyat yang diharapkan telah mencapai pada tujuan seutuhnya. Hal ini dibuktikan dengan berbaurnya TNI dengan masyarakat tidak sekadar dalam melaksanakan pembangunan saja.
“TNI yang terlibat dalam pembangunan ini kan berbaur. Kita tempatkan di rumah-rumah masyarakat, tapi logistiknya kita yang kasih. Momentum itu menjadi ajang berinteraksi, sehingga tidak hanya dalam pengerjaan fisik dalam Program TMMD saja. Di luar itu, terjalin komunikasi yang baik antara TNI dan masyarakat,” papar dia.
Dari rangkaian penilaian di lapangan, tambah dia, Kepala Desa Parumoteng juga patut dijadikan contoh dalam pelaksanaan TMMD. Kepala Desa H Entis mampu menggerakkan warga. Selain bergotong royong dan bersama-sama dengan TNI dalam pembangunan fisik, juga menerima anggota Satgas TMMD ke-129 ini di rumah-rumah warga.
“Pak Desa (kepala desa, red) juga cukup bagus, kan. Masyarakat mau menerima anggota TNI ditempatkan di rumah-rumah warga, kemudian terus bersama-sama dalam pembangunan fisik jalan, MCK atau sumur bor. Tinggal tindak lanjutnya saja. Saran saya, pemerintah desa perlu segera membentuk tim atau membuat peraturan desa (Perdes) untuk pemeliharaan jalan dan fasilitas air dan MCK,” pungkasnya.
