PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Tekong atau nakhoda bernama Suprianto yang hilang selama 3 hari di Pantai Barat Pangandaran, akhirnya ditemukan. Kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Suprianto ditemukan sekitar 2 kilometer dari tempat kejadian pertama kali insiden tersebut terjadi.
Menurut Koordinator Pos SAR Pangandaran Edwin Purnama, Surpianto ditemukan sekitar pukul 01.55 WIN. Saat Tim SAR gabungan sedang melakukan penelusuran.
Baca Juga:Vendor Nunggak Setoran Retribusi , Dewan Minta Kerja Sama Parkir Dishub Kota Tasikmalaya DievaluasiPenularan HIV/Aids di Kota Tasikmalaya Masih Didominasi LGBT! Hasil Pemeriksaan 808 LSL , 40 Orang Positif
“Dengan bantuan dari rekan-rekan perahu pesiar pos 4, SAR Baracuda, TNI AL, Satpolairud, korban yang sudah dalam keadaan meninggal, berhasil dievakuasi ke daratan, tentunya ,” ungkapnya kepada Wartawan Kamis (13/8/2026).
Ia mengatakan bahwa jenazah Suprianto ditemukan tepat di blok Karangluhur, dengan posisi sudah mengambang dan terlentang.
“Berarti kita telah melakukan proses pencarian selama 3 hari dan ditemukan pada hari ke-4, operasi pencarian resmi.dihentikan,” ungkapnya.
Ia mengatakan, jenazah Suprianto langsung dibawa ke RSUD Pandega untuk diidentifikasi, lalu dipulasara. Selanjutnya diserahkan kepada keluarga dibawa ke kampung halamanya untuk dikebumikan.
Ketua SAR Baracuda Pangandaran Sakio mengatakan, dalam proses evakuasi sebenarnya bisa menggunakan jetski, namun karena ada permintaan dari keluarga agar dibawa menggunakan perahu.
“Korban ditemukan terlentang dengan pakaian masih lengkap, tubuhnya sedikit ada memar, karena mungkin terkena benturan (karang),” ujarnya.
Ia mengimbau para nelayan dan pengemudi perahu pesiar untuk selalu mengenakan life jacket saat pergi melaut, demi keselamatan (safety first).(Deni Nurdiansah)
