“Kami tidak pernah berhenti melakukan upaya penanganan. Tujuannya agar Kota Tasikmalaya kembali bersih. Salah satu langkah yang terus kami lakukan adalah mengangkut sampah dari TPS liar yang muncul di berbagai lokasi,” katanya.
Di tengah keterbatasan yang ada, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya juga berupaya mengoptimalkan armada dan personel yang tersedia agar pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan maksimal.
“Kami memaksimalkan armada yang ada dan terus mengoptimalkan personel yang tersedia. Memang idealnya jumlah armada dan personel harus sebanding dengan kebutuhan di lapangan, tetapi saat ini kami berusaha bekerja semaksimal mungkin,” jelasnya.
Baca Juga:Tasik Resik Jangan Berhenti di Seremoni, 27 SKPD Dikerahkan Bersihkan Jalan Mangkubumi-IndihiangIPAL TPA Ciangir Belum Beroperasi, Viman Kejar Suplai Listrik dan Ancam Oknum Nakal
Selain melakukan pengangkutan sampah, pemerintah juga memasang spanduk larangan dan menyediakan fasilitas pembuangan resmi, termasuk kontainer sampah di sejumlah titik strategis.
Namun, berbagai upaya tersebut belum akan membuahkan hasil maksimal tanpa dukungan masyarakat. Sebab, persoalan sampah bukan semata urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
Selama budaya membuang sampah sembarangan masih dipelihara, TPS liar akan terus tumbuh bak jamur di musim hujan.
Karena itu, kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya menjadi langkah sederhana yang memiliki dampak besar bagi kebersihan dan kenyamanan kota.
Mewujudkan Kota Tasikmalaya yang bersih bukan hanya soal armada dan petugas yang bekerja tanpa lelah, tetapi juga soal kesadaran warga yang tidak berhenti pada slogan.
Sebab, kota yang bersih lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara bersama-sama. (rezza rizaldi)
