Fofana dan Loftus-Cheek Korban Pertama Revolusi Lini Tengah AC Milan

Ruben Loftus-Cheek
Ruben Loftus-Cheek Tangkapan layar Instagram@rlc
0 Komentar

RADARTASIK.ID – AC Milan mulai menyusun rencana besar untuk merombak lini tengah mereka jelang musim 2026/2027.

Di tengah ketidakpastian masa depan Luka Modrić, manajemen Rossoneri bergerak cepat mengevaluasi komposisi skuad, termasuk membuka peluang melepas dua gelandang yang dinilai belum memenuhi ekspektasi: Youssouf Fofana dan Ruben Loftus-Cheek.

Meski Milan masih berpeluang mengamankan tiket ke Liga Champions UEFA musim depan, langkah antisipatif untuk memperkuat tim sudah mulai dilakukan.

Baca Juga:Negosiasi Perpanjangan Kontrak dengan Juventus Mandek, Vlahovic Sulit Gabung AC MilanInter Butuh 3 Poin untuk Kunci Scudetto, Lautaro Dipastikan Tampil Lawan Parma

Fokus utama berada di sektor tengah, yang sepanjang musim 2025/2026 kerap menjadi titik lemah dalam menjaga keseimbangan permainan.

Situasi semakin kompleks dengan belum jelasnya masa depan Modric, yang hingga kini belum memberikan kepastian terkait kelanjutan kariernya di San Siro.

Di sisi lain, pelatih Massimiliano Allegri disebut telah mengajukan permintaan khusus kepada manajemen untuk mendatangkan gelandang berkarakter kuat dan berpengalaman seperti Leon Goretzka.

Dalam proses pembenahan tersebut, laporan dari Matteo Moretto menyebutkan bahwa Fofana dan Loftus-Cheek menjadi dua pemain yang berpotensi besar dilepas pada bursa transfer musim panas mendatang.

Keduanya dinilai belum mampu memberikan kontribusi maksimal sesuai kebutuhan tim.

Fofana, yang didatangkan pada Agustus 2024, diharapkan menjadi sosok jangkar yang solid di lini tengah.

Sayangnya, sepanjang musim ini, gelandang asal Prancis tersebut kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya.

Ia kerap kalah dalam duel-duel penting dan dianggap belum mampu menandingi intensitas permainan di level tertinggi Serie A.

Baca Juga:Jorge Mendes Tawarkan Goncalo Ramos ke AC Milan: Fullkrug, Nkunku dan Gimenez Bakal DijualAS Roma Incar Julian Brandt, Napoli Kirim utusan Pantau Richard Rios

Sementara itu, Loftus-Cheek sempat menunjukkan potensi menjanjikan di awal masa kepindahannya.

Namun seiring berjalannya waktu, performanya mengalami penurunan signifikan.

Meski mencatatkan tiga gol dan berperan sebagai pemain serba bisa, inkonsistensi serta faktor usia—yang kini menginjak 30 tahun—menjadi pertimbangan serius bagi manajemen.

Tak hanya itu, gaya bermain Loftus-Cheek dinilai belum sepenuhnya cocok dengan kebutuhan taktik Milan saat ini.

Ia memang memiliki kekuatan fisik dan fleksibilitas posisi, namun kontribusi dalam hal kreativitas dan distribusi bola masih dianggap kurang optimal.

Kombinasi Fofana dan Loftus-Cheek di lini tengah juga mendapat sorotan tajam dari para pendukung.

0 Komentar