CIAMIS, RADARTASIK.ID – Sebanyak 442 jemaah haji asal Kabupaten Ciamis yang tergabung dalam Kloter 15 Kertajati–Indramayu (KJT) berhasil dipulangkan ke tanah air dan tiba di Kabupaten Ciamis, Jumat (12/6/2026).
Dari total 444 jemaah yang diberangkatkan dari Gedung KH Irfan Hielmy Islamic Center Ciamis pada Sabtu (2/5/2026), dua orang tidak dapat kembali bersama rombongan karena meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi.
Kedua jemaah yang wafat tersebut yakni almarhumah Sari Adri Martawi (70) warga Kampung Susuru, Kecamatan Panawangan, yang meninggal pada Senin (25/5/2026) pukul 14.48 WAS, serta almarhumah Hasanah (73) asal Kecamatan Cihaurbeuti yang meninggal pada Jumat (29/5/2026) pukul 11.30 WAS.
Baca Juga:Jadilah Bagian Sejarah SMAN 1 Pagerageung Tasikmalaya, Pendaftar Calon Murid Baru MembludakPenuh Semangat!! Warga Karangjaya-Cineam Tasikmalaya Gotong Royong Bangun Sekretariat Serikat Petani Pasundan
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Ciamis, H Nana Supriatna, mengatakan seluruh jemaah yang pulang telah tiba di Kabupaten Ciamis setelah menempuh perjalanan dari Tanah Suci melalui Debarkasi Kertajati.
“Pemulangan Jemaah Haji Ciamis telah tiba di debarkasi Kertajati hari ini, pukul 06.20 WIB,” katanya kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, dari 442 jemaah yang tiba di Debarkasi Kertajati, dua orang langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dengan demikian, sebanyak 440 jemaah melanjutkan perjalanan menuju Ciamis dalam kondisi sehat.
“Jadi 440 orang yang ikut perjalan ke sini dalam kondisi sehat. Alhamdulillah selama perjalanan lancar dari rencana sampai 15.00 WIB di Islamic Center, ternyata sampai lebih cepat 35 menit atau 14.25 WIB,” ujarnya.
Rombongan jemaah haji tiba di Islamic Center Ciamis pada pukul 14.25 WIB atau lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan. Kedatangan mereka disambut keluarga dan kerabat yang telah menunggu sejak siang hari.
Nana juga mengingatkan para jemaah agar terus menjaga kemabruran haji setelah kembali ke tanah air. Menurutnya, kemabruran haji tercermin dari perilaku yang semakin baik, lebih taat beribadah, serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Jaga kemambruran dan do’akan Ciamis serta Indonesia lebih baik dan terhindar dari musibah,”katanya.
Baca Juga:Usai Kepala BGN Ditangkap, Aktivis KNPI Desak APH Bongkar Dugaan Penyimpangan Program MBG di TasikmalayaSimulasi Gizi Kedaruratan, Tagana Kabupaten Tasikmalaya Bagikan Pengalaman Lapangan kepada Mahasiswa
Sementara itu, salah seorang jemaah haji asal Ciamis, Zaenal (68), mengaku bersyukur karena penantian selama 12 tahun untuk menunaikan ibadah haji akhirnya terwujud.
