Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Latih Kader Kesehatan Kahuripan Tasikmalaya untuk Perkuat Tangguh Bencana

Pengabdian masyarakat
Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melaksanakan pelatihan mitigasi bencana hidrometeorologi berbasis Keluarga Tangguh Bencana (KATANA) di Aula Kelurahan Kahuripan, Rabu, 29 Juli 2026. (Dok. Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kelurahan Kahuripan dikenal sebagai kawasan pemukiman padat penduduk yang rentan terhadap fenomena cuaca ekstrem dan genangan air akibat penyempitan daerah resapan serta kendala sistem drainase, hingga kebakaran akibat kemarau panjang.

Oleh karenanya, saat ini memasuki musim kemarau serta mengantisipasi potensi ancaman bencana hidrometeorologi, upaya penguatan kapasitas masyarakat terus digencarkan, utamanya kader kesehatan.

Karena selama ini, peran kader kesehatan di wilayah tersebut masih didominasi oleh pelayanan kesehatan dasar seperti KIA dan penanganan stunting. Padahal, kader kesehatan memiliki potensi besar untuk menjadi garda terdepan dalam merespons situasi gawat darurat bencana.

Baca Juga:SMAN 2 Kota Tasikmalaya Raih Gelar Juara AXIS Nation Cup 2026Tiga Siswa MAN 1 Tasikmalaya Terpilih Jadi Paskibraka Jabar dan Kabupaten

Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yaitu Arip Rahman MTr Kep dan Dr Asep Kuswandi MKep SpKMB beserta mahasiswa yang digelar di Aula Kelurahan Kahuripan, Rabu, 29 Juli 2026. Tim Pengadian pun menggandeng Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Tasikmalaya sebagai narasumber pelatihan dengan diikuti oleh 30 kader kesehatan Kelurahan Kahuripan.

Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Arip Rahman MTr Kep mengatakan Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, menjadi salah satu wilayah yang memfokuskan perhatiannya pada kesiapsiagaan bencana melalui pelatihan intensif bagi para kader kesehatan setempat.

Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, telah dilaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan mitigasi bencana hidrometeorologi berbasis Keluarga Tangguh Bencana (KATANA).

“Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali berbagai materi dan keterampilan praktis, mulai dari pengenalan potensi ancaman bencana hidrometeorologi, pembuatan Tas Siaga Bencana, prinsip keselamatan diri, hingga penyusunan alur komunikasi darurat,”katanya, Selasa (18/8/2026).

Tentunya dengan kader kesehatan tersebut mendapatkan pelatihan mitigasi bencana hidrometeorologi berbasis KATANA, ternyata saat pelaksanaan evaluasi kegiatan menunjukkan hasil yang sangat positif. Berdasarkan hasil pengukuran pre-test dan post-test: rata-rata nilai pemahaman kader meningkat dari 57,78 sebelum pelatihan menjadi 94,00 setelah intervensi diberikan.

Analisis efektivitas menunjukkan nilai N-Gain sebesar 0,86 (86%), yang masuk dalam kategori efektivitas Tinggi sebanyak 86,67%. Menariknya, meskipun mayoritas kader berada pada kelompok usia di atas 50 tahun (53,33%) dan berlatar belakang pendidikan menengah, hal tersebut tidak menjadi penghalang dalam menyerap materi.

0 Komentar