“Artinya data tersebut pengalaman lapangan yang panjang serta penggunaan metode pembelajaran interaktif berbasis bahasa lokal terbukti sangat efektif memudahkan penyerapan informasi,”ujarnya.
Sedangkan untuk langkah keberlanjutan pengabdian ini, walaupun pemahaman materi teknis mitigasi meningkat pesat, laporan ini mendapati bahwa daya ingat terhadap nomor kontak darurat Call Center BPBD Kota Tasikmalaya masih memerlukan media bantu fisik.
“Oleh karena itu, sebagai langkah konkret keberlanjutan program, disarankan adanya pencetakan dan pemasangan stiker nomor darurat BPBD di fasilitas publik dan Posyandu,”katanya.
Baca Juga:SMAN 2 Kota Tasikmalaya Raih Gelar Juara AXIS Nation Cup 2026Tiga Siswa MAN 1 Tasikmalaya Terpilih Jadi Paskibraka Jabar dan Kabupaten
Kemudian, langkah selanjutnya yang lain adalah adanya grup WhatsApp untuk berbagi informasi kebencanaan antara satgas bencana kader kahuripan dengan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya serta pemasanga stiker jalur-jalur evakuasi.
“Melalui pelatihan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi ini, diharapkan kader kesehatan Kelurahan Kahuripan tidak hanya terampil dalam pelayanan kesehatan warga sehari-hari, tetapi juga siap menjadi agent of change yang tangguh dan sigap mendampingi keluarga di lingkungan RT/RW saat ancaman bencana hidrometeorlogi melanda,”ujarnya. (Fatkhur Rizki)
