TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Puluhan anggota Serikat Petani Pasundan (SPP) Komisariat Karangjaya Cineam bersama warga Kecamatan Karangjaya dan Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya bergotong royong membangun Sekretariat SPP di Kampung Tanjungsari Desa Nagaratengah Cineam.
Pembangunan sekretariat dilakukan secara swadaya sebagai upaya memperkuat organisasi petani di tingkat lokal. Gedung tersebut direncanakan menjadi pusat konsolidasi anggota, sarana pendidikan politik tani, serta posko advokasi reforma agraria bagi petani di Karangjaya Cineam yang mayoritas menggantungkan hidup dari lahan garapan dan kebun rakyat.
Ketua Organisasi Tani Lokal (OTL) SPP Karangjaya Cineam, Eris Ruswandi, mengatakan pembangunan sekretariat merupakan hasil kerja bersama para anggota tanpa dukungan dana besar dari pihak luar.
Baca Juga:Usai Kepala BGN Ditangkap, Aktivis KNPI Desak APH Bongkar Dugaan Penyimpangan Program MBG di TasikmalayaSimulasi Gizi Kedaruratan, Tagana Kabupaten Tasikmalaya Bagikan Pengalaman Lapangan kepada Mahasiswa
“Rumah perjuangan ini dibangun di atas keringat anggota sendiri. Tidak ada dana besar dari luar. Yang ada hanya semangat sabilulungan urang Sunda. Batu bata boleh kecil, tapi kalau disusun bersama jadi benteng,” ujar Eris Ruswandi, Selasa 9 Juni 2026.
Proses pembangunan dilakukan dengan mengandalkan partisipasi anggota. Setiap hari Minggu, anggota menyumbangkan tenaga, sementara kebutuhan material dipenuhi melalui sumbangan sukarela. Selain itu, anggota juga terlibat dalam penyusunan desain bangunan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan.
Untuk menjaga akuntabilitas, panitia pembangunan berkomitmen menempelkan laporan pemasukan dan pengeluaran pada papan pengumuman sehingga dapat diketahui seluruh anggota dan masyarakat.
Sekretariat SPP Karangjaya Cineam ditargetkan rampung hingga tahap penutupan atap sebelum musim hujan tiba. Setelah selesai dibangun, gedung tersebut akan dimanfaatkan sebagai lokasi sekolah tani agroekologi, pusat konsolidasi perjuangan petani, termasuk penguatan tuntutan program TORA eks-HGU.
“Ini bukti kalau petani tidak hanya bisa menuntut, tapi juga bisa membangun. Tanah untuk rakyat, rumah untuk perjuangan rakyat,” katanya. (yfi)
