TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – MAN 1 Kota Tasikmalaya menggelar Pentas Seni (Pensi) selama tiga hari, Senin – Rabu (8-10/6/2026). Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas X ini menjadi wadah untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan potensi siswa di bidang seni, budaya, serta berbagai keterampilan lainnya.
Pensi yang rutin digelar setiap tahun tersebut mengusung tema Swarga Loka Adiwarna yang dapat dimaknai sebagai dunia yang indah, penuh warna, serta kaya akan keberagaman dan kreativitas. Tema itu mencerminkan semangat siswa untuk mengekspresikan bakat, seni, dan potensi mereka dalam ruang yang harmonis, kreatif, dan inspiratif.
Ketua Pelaksana Acara, Azkia Izzatul Jannah, menuturkan tema tersebut selaras dengan konsep kebudayaan Betawi yang diangkat pada penyelenggaraan tahun ini. Menurutnya, budaya Betawi menjadi salah satu warisan budaya yang mulai jarang diperkenalkan kepada generasi muda sehingga perlu kembali dikenalkan melalui kegiatan yang dekat dengan dunia pelajar.
Baca Juga:Keluarga Petani Tasikmalaya Terima Santunan hingga Rp 208 Juta dari BPJS KetenagakerjaanBPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp 74 Juta kepada Ahli Waris Peserta di Ciamis
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengingatkan lagi. Selain itu, kami juga ingin menghadirkan konsep yang berbeda karena tahun-tahun kemarin juga Sunda terus,” ujarnya.
Guna mendukung tema tersebut, panitia menghadirkan berbagai perlombaan, di antaranya tari tradisional, paduan suara, vokal, dan melukis. Melalui berbagai cabang lomba tersebut, panitia ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat sesuai bidang yang mereka sukai.
Azkia mengungkapkan, dari sejumlah perlombaan yang digelar, panitia mulai melihat munculnya berbagai talenta yang berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Beberapa siswa menunjukkan potensi besar, terutama pada cabang tarik suara dan seni lukis.
“Dari melukis juga banyak yang bagus dan kita sengaja tidak dispesifikkan temanya supaya mereka sendiri yang menguliknya dan ternyata mereka bisa mengilustrasikannya dalam bentuk lain,” katanya.
Khusus untuk lomba melukis, penilaian dilakukan berdasarkan aspek kerapihan, kreativitas, dan pemilihan warna. Kebebasan dalam menentukan tema dinilai mampu mendorong peserta untuk lebih mengeksplorasi ide dan menuangkan imajinasi mereka ke dalam karya.
Tidak hanya berbeda dari sisi tema, penyelenggaraan Pensi tahun ini juga tampil lebih semarak melalui konsep dekorasi panggung. Azkia menjelaskan, dekorasi didominasi warna-warna cerah yang identik dengan nuansa Betawi sehingga menghadirkan kesan lebih hidup dan meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
