RADARTASIK.ID – Mantan pelatih AS Roma, Jose Mourinho kembali menjadi pusat perhatian lewat pernyataan-pernyataannya yang tajam dan penuh makna.
Di tengah spekulasi mengenai masa depannya—mulai dari ketertarikan Real Madrid hingga rumor kursi pelatih tim nasional Italia—Mourinho justru memberikan pandangan tegas soal arah sepak bola Italia.
Ia secara halus menolak kemungkinan menangani tim nasional, sekaligus menegaskan bahwa Italia tidak kekurangan pelatih berkualitas.
Baca Juga:Masih Prioritaskan AS Roma, Dybala Pupuskan Impian Boca JuniorsNegosiasi Perpanjangan Kontrak dengan Juventus Mandek, Vlahovic Sulit Gabung AC Milan
“Ketika berbicara tentang pelatih asing, saya tidak setuju. Italia punya banyak pelatih dengan karisma dan pengalaman. Mungkin Anda tidak bisa mendapatkan Carlo, tetapi masih ada Max dan Antonio, serta banyak lainnya,” ujarnya, merujuk pada Massimiliano Allegri dan Antonio Conte.
Mourinho juga menyinggung perlunya pembenahan dari level dasar dalam sistem sepak bola Italia.
Ia bahkan menyebut nama Giovanni Malagò sebagai figur yang dinilai memiliki kapasitas untuk membawa perubahan.
Dengan nada bercanda, ia menyebut kombinasi ideal sebagai “M&M: Malagò dan Max”.
Selain membahas isu nasional, Mourinho juga menyinggung perburuan gelar Serie A musim ini.
Ia secara terbuka mengakui bahwa Inter Milan berada di jalur juara, meski tetap mengingatkan bahwa gelar belum resmi sebelum dikunci secara matematis.
Namun, bagian paling emosional dari pernyataannya muncul saat ia berbicara tentang mantan klubnya, AS Roma.
Baca Juga:Inter Butuh 3 Poin untuk Kunci Scudetto, Lautaro Dipastikan Tampil Lawan ParmaJorge Mendes Tawarkan Goncalo Ramos ke AC Milan: Fullkrug, Nkunku dan Gimenez Bakal Dijual
Mourinho mengaku memiliki ikatan yang sangat kuat dengan klub ibu kota tersebut, terutama dengan para suporternya.
“Saya belum pernah merasakan atmosfer seperti itu di klub mana pun. Lingkungan di Roma luar biasa. Tapi kisah saya dengan Roma sudah selesai,” ungkapnya.
Ia kemudian menegaskan satu hal yang menurutnya sangat penting: para pendukung tidak boleh dijadikan kambing hitam atas kegagalan tim.
“Jangan pernah menyalahkan fans Roma jika tim tidak menang. Mereka selalu mendukung dan membantu tim. Tidak ada yang boleh menyentuh mereka,” tegas Mourinho.
Pernyataan ini seolah menjadi pembelaan langsung terhadap tifosi Giallorossi, yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis suporter paling fanatik di Eropa.
