Jose Mourinho: Jangan Pernah Menyalahkan Fans AS Roma Jika Tim Tidak Menang

Jose Mourinho
Jose Mourinho Foto: Tangkapan layar Instagram@josemourinho
0 Komentar

Mourinho sendiri meninggalkan Roma pada Januari 2024 setelah serangkaian hasil kurang memuaskan di kompetisi domestik.

Namun, warisannya di klub tersebut tetap dianggap signifikan. Selama menangani Roma dari 2021 hingga 2024, ia berhasil mengangkat mentalitas tim sekaligus menghadirkan prestasi yang telah lama dinantikan.

Di bawah arahannya, Roma meraih gelar UEFA Europa Conference League musim 2021/2022—trofi Eropa pertama dalam sejarah klub.

Baca Juga:Masih Prioritaskan AS Roma, Dybala Pupuskan Impian Boca JuniorsNegosiasi Perpanjangan Kontrak dengan Juventus Mandek, Vlahovic Sulit Gabung AC Milan

Tak hanya itu, ia juga membawa Roma ke final UEFA Europa League musim berikutnya, menjadikan mereka salah satu kekuatan baru di kompetisi Eropa.

Secara keseluruhan, Mourinho mencatatkan 138 pertandingan bersama Roma dengan 68 kemenangan, 30 hasil imbang, dan 40 kekalahan.

Meski gagal mempersembahkan gelar Serie A, kontribusinya dalam membangun mental juara dan meningkatkan daya saing tim tidak bisa dipandang sebelah mata.

Kini, meski sudah tidak lagi berada di Olimpico, Mourinho tetap menunjukkan bahwa hubungannya dengan Roma—terutama dengan para penggemarnya—masih sangat kuat.

Satu pesan yang ia tinggalkan jelas: dalam sepak bola, kritik boleh saja diarahkan ke tim, tetapi bukan kepada mereka yang setia mendukung tanpa henti.

0 Komentar