RADARTASIK.ID – Arsenal kembali menunjukkan konsistensi luar biasa di ajang Liga Champions UEFA musim 2025/2026.
The Gunners kini mencatatkan rekor impresif tanpa kekalahan, sekaligus menegaskan diri sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Pada leg pertama semifinal melawan Atlético Madrid, kedua tim harus puas bermain imbang dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh tensi tinggi.
Baca Juga:Minab 168, “Senjata” Simbolis Iran di Piala DuniaMasih Prioritaskan AS Roma, Dybala Pupuskan Impian Boca Juniors
Berbeda dengan pertemuan sebelumnya yang berakhir telak, duel kali ini berjalan jauh lebih seimbang dengan pendekatan taktik yang berhati-hati dari kedua kubu.
Pertandingan ditentukan lewat dua gol dari titik penalti. Arsenal lebih dulu unggul melalui Viktor Gyökeres yang sukses menaklukkan Jan Oblak dengan eksekusi keras dan terarah.
Penalti tersebut didapat setelah pelanggaran di dalam kotak terlarang yang melibatkan Dávid Hancko.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Atlético membalas lewat Julián Álvarez yang mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1 di babak kedua.
Penalti diberikan setelah insiden handball yang melibatkan Ben White saat menghadang tembakan Marcos Llorente.
Hasil imbang ini membuat peluang kedua tim tetap terbuka lebar jelang leg kedua di London.
Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada jalannya pertandingan, tetapi juga pada keputusan wasit yang menuai kontroversi.
Baca Juga:Negosiasi Perpanjangan Kontrak dengan Juventus Mandek, Vlahovic Sulit Gabung AC MilanInter Butuh 3 Poin untuk Kunci Scudetto, Lautaro Dipastikan Tampil Lawan Parma
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, secara terbuka mengkritik penggunaan VAR yang menurutnya tidak konsisten.
Ia menyoroti keputusan pembatalan penalti yang sempat diberikan kepada timnya.
“Saya bisa menerima penalti yang diberikan kepada kami, tetapi tidak bisa menerima penalti yang dibatalkan dengan VAR. Wasit melihatnya tiga kali dan tetap membatalkannya, ini soal konsistensi. Itu bisa menjadi gol penentu, dan itu tidak dapat diterima,” tegas Arteta.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Arsenal tetap mencatatkan pencapaian penting.
Berdasarkan data Opta, mereka kini telah melalui 13 pertandingan tanpa kekalahan di Liga Champions musim ini. Catatan tersebut menyamai rekor terbaik klub yang sebelumnya terjadi pada periode 2005–2006.
Sementara itu, pelatih Atlético Madrid, Diego Simeone, mengakui kekuatan Arsenal yang tampil konsisten sepanjang kompetisi.
