Kasus Tukang Bakso di Kota Tasikmalaya Diculik karena Dugaan Asusila Dilaporkan ke Polisi, ini Pengakuan Saksi

kasus penganiayaan tukang bakso di Kota Tasikmalaya
Suasana lokasi kejadian dugaan asusila berujung penculikan dan penganiayaan di Jalan Cieunteung Kota Tasikmalaya, Senin (20/4/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kasus dugaan tindakan asusila yang menyeret seorang pedagang bakso di Kota Tasikmalaya berubah arah menjadi perkara penganiayaan dan dugaan penculikan.

Di tengah kabut dua versi cerita, fakta masih saling berkejaran—sementara korban Sutarno, sang tukang bakso, mengaku jadi bulan-bulanan tuduhan yang belum tentu berdasar.

Kuasa hukum Sutarno (48), Windi Harisandi, menegaskan perkara ini bermula dari dua konsumen yang membeli bakso di warung milik kliennya di Jalan Cieunteung, Kecamatan Cihideung, Minggu (19/4/2026) malam.

Baca Juga:Tiga Periode Tanpa Banyak Suara!BBM Non Subsidi Naik, Diky Candra Pilih “Parkir” Pajero Dinas Wakil Wali Kota Tasikmalaya

Namun, usai transaksi, muncul tuduhan bahwa Sutarno melakukan tindakan tidak terpuji terhadap salah satu pembeli.

“Ini masih sebatas tuduhan dan kami menilai tidak berdasar,” ujar Windi, Senin (20/4/2026).

Ia menilai tuduhan tersebut janggal. Menurutnya, aktivitas jual beli berlangsung terbuka, melibatkan istri, anak, dan keponakan Sutarno di lokasi.

“Secara logika, sulit diterima jika perbuatan itu terjadi di tengah situasi seperti itu,” katanya.

Namun tuduhan itu justru berujung kekerasan. Windi menyebut kliennya mengalami penganiayaan di dua lokasi berbeda—pertama di tempat usaha di Jalan Cieunteung, kemudian di sebuah rumah di kawasan Benda, Kota Tasikmalaya.

Di lokasi kedua, kekerasan disebut semakin brutal. Berdasarkan pengakuan korban, pelaku memukul, mengoleskan balsem dan cabai ke tubuh korban, bahkan memasukkan tembakau ke mulutnya.

Tindakan itu diduga untuk memaksa pengakuan atas perbuatan yang dituduhkan.

“Korban juga dipaksa membuat video pengakuan,” ucap Windi.

Atas kejadian itu, pihaknya telah melaporkan kasus ini ke Polres Tasikmalaya Kota dengan dugaan pasal pengeroyokan atau penganiayaan serta dugaan penculikan atau penyekapan.

Baca Juga:Kasus Dugaan Penculikan Tukang Bakso di Kota Tasikmalaya Menggantung, Unsur Pidana Masih DidalamiAtribut Aksi Diangkut, Amarah Diantar ke Ruang Wali Kota Tasikmalaya

“Korban dibawa secara paksa ke rumah terduga pelaku di Benda,” tambahnya.

Dampaknya tak hanya fisik. Windi menyebut kondisi psikologis Sutarno terpukul.

Sejak kejadian, korban dan keluarganya masih berada di kantor polisi, sementara usaha baksonya terbengkalai.

“Trauma pasti. Usaha juga terhenti,” katanya.

Sementara itu, Fajar (28), saksi kunci yang juga keponakan korban, membenarkan adanya aksi kekerasan.

Ia mengaku melihat langsung tiga orang memukuli pamannya di lokasi jualan sebelum dibawa ke rumah seorang perempuan yang disebut sebagai pihak yang merasa dilecehkan.

0 Komentar