Permainan Tradisional Simar Jadi Media Belajar Matematika yang Menyenangkan di SD

Permainan Tradisional Simar
Permainan Tradisional Simar disosialisasikan kepada guru di SDN Gunungpereng Kota Tasikmalaya, Jumat 8 Mei 2026. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Upaya menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih konkret, kontekstual, dan menyenangkan terus dilakukan melalui pemanfaatan kearifan lokal. Salah satunya melalui Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar melalui Pemanfaatan Permainan Tradisional Simar yang digelar pada Jumat, 8 Mei 2026, di Komplek SDN Gunungpereng, Kota Tasikmalaya.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut diikuti 30 guru sekolah dasar dari SDN 1 Gunungpereng, SDN 2 Gunungpereng, dan SDN 5 Gunungpereng. Selain itu, pelatihan juga melibatkan 12 mahasiswa S2 PGSD UPI Kampus Tasikmalaya.

Pelatihan menghadirkan Prof. Dr. Karlimah, M.Pd. sebagai pemateri utama, dengan anggota tim Dr. Ika Fitri Apriani, M.Pd., Dindin Abdul Muiz Lidinillah, S.Si., S.E., M.Pd., dan Muhammad Rijal Wahid Muharram, M.Pd. Kegiatan ini didanai melalui Hibah UPI Batch 2 Skema PKM Bidang Ilmu dengan nomor kontrak No 336/UN40.F7/AM.02.01/2026.

Baca Juga:DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Sembelih 4 Sapi dan 6 Domba pada Iduladha 1447 Hijiriah GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!

Kepala SDN 1 Gunungpereng, Dr. Irvan Kristian, M.Pd., menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan kontribusi bagi peningkatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan menyenangkan.

“Kami menyambut baik kegiatan pelatihan ini karena memberikan pengalaman baru bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif. Pemanfaatan permainan tradisional Simar tidak hanya membantu siswa memahami konsep matematika, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan kembali budaya lokal kepada peserta didik,” ujar Dr Irvan Kristian.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Karlimah, M.Pd. menegaskan bahwa pembelajaran matematika di sekolah dasar perlu dirancang dekat dengan pengalaman nyata peserta didik. Menurutnya, konsep operasi hitung campuran akan lebih mudah dipahami apabila siswa tidak hanya menerima penjelasan secara abstrak, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas yang mengandung unsur berhitung.

“Melalui permainan Simar, peserta didik seolah-olah sedang bermain, padahal mereka sedang belajar. Pembelajaran menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan dekat dengan budaya lokal,” ujar Prof. Karlimah.

Permainan Simar merupakan permainan tradisional masyarakat Sunda yang memanfaatkan berbagai jenis biji-bijian sebagai media bermain. Dalam penerapannya sebagai media pembelajaran, setiap jenis biji diberikan nilai poin berbeda, yakni biji sirsak bernilai 1 poin, biji asam 5 poin, biji sawo 10 poin, biji peundeuy 50 poin, dan biji tanjung 100 poin.

0 Komentar