CIAMIS, RADARTASIK.ID – Kabar duka kembali datang dari pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Ciamis mengonfirmasi jumlah jemaah haji asal Ciamis yang meninggal dunia di Tanah Suci bertambah menjadi dua orang.
Kedua jemaah yang wafat merupakan perempuan lanjut usia dan meninggal akibat gangguan jantung atau syok kardiogenik.
Jemaah pertama yang meninggal dunia adalah Sari Adri Martawi (70), warga Kampung Susuru, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis. Almarhumah wafat pada Senin (25/5/2026) pukul 14.48 Waktu Arab Saudi (WAS) akibat serangan jantung.
Baca Juga:DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Sembelih 4 Sapi dan 6 Domba pada Iduladha 1447 Hijiriah GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!
Sementara itu, jemaah kedua yang meninggal dunia adalah Hasanah (73), asal Kecamatan Cihaurbeuti. Almarhumah wafat pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 11.43 WAS setelah mengalami serangan jantung.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ciamis, H Nana Supriatna, membenarkan bahwa hingga saat ini terdapat dua jemaah haji asal Kabupaten Ciamis yang meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji.
Menurutnya, informasi tersebut diperoleh dari tim kesehatan dan ketua kloter yang mendampingi para jemaah di Tanah Suci.
Sebelumnya, Sari Adri Martawi (70) dari Kampung Susuru, Kecamatan Panawangan, meninggal dunia pada Senin (25/5/2026) pukul 14.48 WAS. Kemudian disusul Hasanah (73) dari Kecamatan Cihaurbeuti yang meninggal dunia pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 11.30 WAS.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya, baik ke Ibu Sari dan Ibu Hasanah. Semoga Allah Swt menerima amal dan ibadahnya, amin,” ujar Nana.
Nana menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, kondisi kesehatan Hasanah sempat mendapat penanganan medis sebelum meninggal dunia. Saat berada di tenda Mina pada Kamis (28/5/2026), almarhumah telah mendapatkan perawatan berupa pemasangan infus dan masih sempat makan dalam jumlah cukup banyak.
Namun pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 11.29 WAS, Hasanah tiba-tiba tidak memberikan respons. Tim kesehatan kemudian melakukan tindakan pertolongan pertama berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP) untuk memulihkan fungsi jantungnya.
Baca Juga:Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang UlamaTingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar Pelatihan
“Ibu Hasanah tidak sadarkan diri di tenda Mina, karena sebelumnya sesak nafas setelah dari kamar mandi. Akan tetapi saat dilakukan pertolongan pertama oleh tim kesehatan, sudah tidak ada nadi dan nafas, serta dinyatakan meninggal dunia sekitar 14.43 WAS,” katanya.
