RADARTASIK.ID – Gelombang perubahan besar yang dilakukan AC Milan terus memunculkan cerita baru.
Setelah muncul kabar perseteruan antara Massimiliano Allegri dan manajemen terkait proses pemecatannya, kini terungkap nasib Geoffrey Moncada yang harus meninggalkan klub tanpa menerima uang pesangon.
Keputusan drastis yang diambil pemilik klub, Gerry Cardinale, pekan lalu memang mengejutkan banyak pihak.
Baca Juga:Vieira: Gelar Liga Champions Buat Arsenal Arteta Lebih Besar dari Era WengerRavezzani: Cardinale Tidak Mengerti Cara Kerja Klub Besar Seperti AC Milan
Dengan dukungan Zlatan Ibrahimovic dan CEO baru Massimo Calvelli, manajemen Rossoneri melakukan perombakan besar-besaran yang mengakhiri masa kerja sejumlah figur penting di Casa Milan.
Selain pelatih Massimiliano Allegri, direktur olahraga Igli Tare, direktur teknik Geoffrey Moncada, dan sejumlah petinggi lainnya juga harus angkat kaki dari Via Aldo Rossi.
Jika Allegri saat ini masih bernegosiasi keras dengan klub terkait kompensasi pemecatan yang nilainya bisa mencapai jutaan euro, nasib berbeda justru dialami Moncada.
Pria asal Prancis itu dikabarkan harus menerima kenyataan pahit meninggalkan Milan tanpa mendapatkan satu euro pun sebagai pesangon.
Geoffrey Moncada merupakan salah satu sosok yang cukup berpengaruh dalam pembangunan skuad Milan selama era RedBird maupun Elliott Management.
Ia bergabung pada 2019 sebagai kepala pemandu bakat dan menjadi salah satu arsitek di balik kedatangan sejumlah pemain muda yang kemudian berkembang menjadi bintang, seperti Rafael Leao, Theo Hernandez, Mike Maignan hingga Tijjani Reijnders.
Setelah kepergian Paolo Maldini pada 2023, peran Moncada semakin besar.
Ia dipercaya mengisi posisi direktur area teknik dan menjadi salah satu figur utama dalam penyusunan strategi transfer Rossoneri.
Baca Juga:Xavi Tolak Tawaran Jadi Pelatih AC MilanAC Milan Terancam Kehilangan Francesco Camarda
Meski sejumlah kebijakan transfernya kerap menuai kritik, Moncada tetap menjadi bagian penting dari proyek Milan dalam beberapa musim terakhir.
Namun runtuhnya performa tim sepanjang musim 2025/2026 membuat seluruh struktur klub ikut terkena dampaknya.
Kegagalan lolos ke Liga Champions serta ketidakmampuan bersaing dalam perebutan gelar membuat Cardinale memilih melakukan revolusi total.
Menurut jurnalis Corriere della Sera, Monica Colombo, Moncada sebenarnya hampir memperpanjang masa baktinya di Milan.
Beberapa pekan sebelum pemecatan massal diumumkan, ia bahkan disebut telah mencapai kesepakatan penuh untuk kontrak baru berdurasi tiga tahun.
