Media Italia: AC Milan Pecat Moncada Tanpa Uang Pesangon

Geoffrey Moncada
Geoffrey Moncada Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

Namun kesepakatan tersebut tidak pernah ditandatangani oleh pihak klub.

“Geoffrey Moncada sangat kecewa. Beberapa minggu lalu ia telah mencapai kesepakatan yang dianggap aman untuk perpanjangan kontrak tiga tahun. Namun dokumen itu tidak pernah ditandatangani oleh pihak lain,” tulis Monica Colombo.

Akibatnya, status Moncada bukanlah pemecatan resmi seperti yang dialami Allegri.

Kontraknya akan berakhir secara alami pada 30 Juni mendatang dan tidak diperpanjang. Karena itu, Milan tidak memiliki kewajiban membayar kompensasi atau pesangon.

“Setelah tujuh tahun bekerja, ia harus pergi tanpa menerima satu euro pun uang pesangon,” lanjut Colombo.

Situasi Moncada sangat kontras dengan yang dialami Allegri.

Baca Juga:Vieira: Gelar Liga Champions Buat Arsenal Arteta Lebih Besar dari Era WengerRavezzani: Cardinale Tidak Mengerti Cara Kerja Klub Besar Seperti AC Milan

Pelatih asal Livorno tersebut masih terikat kontrak hingga 2027 ketika Milan memutuskan mengakhiri kerja sama lebih cepat.

Karena itu, kedua pihak kini terlibat negosiasi alot terkait nilai pesangon dan kompensasi.

Bahkan media Italia menyebut Allegri mempertimbangkan langkah hukum karena merasa proses pemecatannya dilakukan secara tidak profesional.

Ia dikabarkan mengetahui pemecatannya melalui pernyataan resmi klub yang beredar di media sebelum menerima pemberitahuan formal dari manajemen.

Sengketa tersebut membuat kepindahan Allegri ke Napoli hingga kini belum bisa difinalisasi sepenuhnya.

Sementara itu, Moncada memilih bersikap lebih tenang meski jelas merasa kecewa dengan cara perpisahan itu terjadi.

Kepergian Moncada juga menjadi simbol berakhirnya era yang membawa Milan kembali ke papan atas sepak bola Italia.

Baca Juga:Xavi Tolak Tawaran Jadi Pelatih AC MilanAC Milan Terancam Kehilangan Francesco Camarda

Dalam beberapa tahun terakhir, satu per satu tokoh penting yang terlibat dalam kebangkitan Rossoneri mulai meninggalkan klub.

Setelah Paolo Maldini, Ricky Massara, Stefano Pioli, Sandro Tonali, dan kini Geoffrey Moncada, wajah Milan berubah drastis dibandingkan tim yang meraih Scudetto pada 2022.

Di tengah ketidakjelasan proyek olahraga, pencarian pelatih baru yang belum selesai, serta masa depan pemain-pemain bintang seperti Rafael Leao yang terus menjadi bahan spekulasi, keputusan melepas Moncada tanpa pesangon semakin memperkuat kesan bahwa Milan sedang melakukan reset total.

Pertanyaannya kini, apakah revolusi besar yang dilakukan Gerry Cardinale akan membawa Rossoneri kembali berjaya, atau justru semakin menjauhkan klub dari identitas yang sempat mengantarkan mereka kembali ke puncak Serie A?

0 Komentar