TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Objek Wisata Kampung Naga di Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya secara resmi ditutup untuk seluruh jenis kunjungan bagi wisatawan, Senin (1/6/2026).
Pengumuman penutupan objek wisata Kampung Naga tersebut diumumkan melalui media sosial. Berdasarkan informasi resmi, penutupan ini akan berlangsung mulai tanggal 1 Juni 2026 sampai dengan 31 Agustus 2026.
Langkah ini diambil menindaklanjuti arahan langsung dari Gubernur Jawa Barat kepada Ketua Adat Kampung Naga saat melakukan pertemuan di Area Parkir Kampung Naga tersebut.
Baca Juga:DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Sembelih 4 Sapi dan 6 Domba pada Iduladha 1447 Hijiriah GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!
Arahan tersebut kemudian disetujui dan disepakati oleh Ketua Adat beserta seluruh warga masyarakat adat setempat. Pengumuman penutupan ini sempat viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Hal tersebut terbilang wajar mengingat kawasan masyarakat Adat Kampung Naga yang berada di Desa Neglasari Kecamatan Salawu, selalu ramai didatangi oleh para pengunjung, baik lokal maupun mancanegara.
Berdasarkan maklumat resmi yang dirilis melalui akun Instagram @kampungnaga_official, penutupan sementara ini dilakukan dalam rangka pemulihan ekosistem dan pemeliharaan serta pelestarian kawasan.
Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, tokoh muda Masyarakat Adat Kampung Naga, Rendy Armady, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan wujud komitmen yang disepakati bersama antara Gubernur Jawa Barat dengan Ketua Adat demi pemulihan lingkungan.
Rendy membenarkan mulai 1 Juni sampai 31 Agustus 2026, kawasan masyarakat Adat Kampung Naga ditutup total untuk seluruh jenis kunjungan.
“Keputusan ini sudah menjadi kesepakatan antara Bapak Gubernur dan pihak adat dalam rangka pemulihan ekosistem. Kami tidak menerima kunjungan terlebih dahulu,” terang dia.
Dia menambahkan, terkait dengan poin-poin teknis, program tindak lanjut, maupun rencana pelaksanaan ke depan. Pihak masyarakat Adat Kampung Naga menunggu arahan serta petunjuk lebih lanjut dari pemerintah.
Baca Juga:Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang UlamaTingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar Pelatihan
“Sekarang justru kami dan warga sedang menunggu arahan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat terkait penutupan wisata Adat Kampung Naga,” tambah dia. (dik)
