Tiga Periode Tanpa Banyak Suara!

Bagas Suryono DPRD Kota Tasikmalaya
Bagas Suryono, Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Tasikmalaya. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Saya mencoba mengingat-ingat wajahnya. Bukan karena tidak kenal. Tapi karena jarang terdengar.

Namanya Bagas Suryono. Anggota DPRD Kota Tasikmalaya. Sudah tiga periode. Bukan sekali. Bukan dua kali. Tiga kali.

Di dunia politik lokal, tiga periode itu bukan kebetulan. Itu tanda ada sesuatu yang bekerja. Entah jaringan. Entah kedekatan. Entah ketenangan yang membuat pemilih merasa cukup. Atau justru karena tidak banyak membuat gaduh.

Baca Juga:BBM Non Subsidi Naik, Diky Candra Pilih “Parkir” Pajero Dinas Wakil Wali Kota TasikmalayaKasus Dugaan Penculikan Tukang Bakso di Kota Tasikmalaya Menggantung, Unsur Pidana Masih Didalami

Bagas kini duduk di Komisi IV. Ia juga Ketua Fraksi PAN. Anggota Badan Anggaran—Banggar. Posisi yang tidak kecil. Bahkan tergolong strategis.

Apalagi di lembaga seperti DPRD, Banggar itu ibarat dapur utama. Semua angka masuk ke sana. Semua keputusan anggaran melewati meja itu.

Ia juga bukan orang baru di partainya. Pernah menjadi Wakil Ketua. Apalagi kini diberi amanah menjadi Sekretaris DPC PAN. Artinya, Bagas bukan sekadar kader lewat.

Ia bagian dari mesin partai yang sudah lama berputar. Kariernya terhitung moncer. Tapi suaranya Tidak terlalu terdengar.

Saya mencoba menelusuri rekam jejaknya. Yang terlihat adalah kehadiran. Ia aktif hadir dalam rapat paripurna. Tidak bolos. Tidak absen. Selalu ada di kursinya ketika palu sidang diketuk.

Di atas kertas, itu baik. Karena masih ada anggota dewan yang lebih sering tidak terlihat daripada terlihat. Namun politik hari ini bukan sekadar hadir.

Politik butuh suara. Butuh sikap. Butuh keberanian untuk berbicara, terutama ketika kepentingan publik membutuhkan pembela.

Baca Juga:Atribut Aksi Diangkut, Amarah Diantar ke Ruang Wali Kota TasikmalayaBiang Deadlock Muscab PPP Kota Tasikmalaya Semakin Terbuka

Di sinilah nama Bagas terasa samar. Tidak terlalu menonjol. Tidak juga menurun. Seperti garis datar di grafik. Stabil. Tapi tidak menggugah.

Bagas lahir di Yogyakarta, 30 Agustus 1960. Besar dari pendidikan sederhana: SDN Kreyongan 1 Jember, SMPN 1 Boyolali, lalu SMEA Trunojoyo Jember.

Karier profesionalnya dimulai jauh dari politik: staf di PT Djarum. Tahun 1982. Bertahan sampai 2014. Lebih dari tiga dekade. Tidak banyak orang bertahan selama itu di satu tempat kerja. Kesabaran mungkin salah satu kekuatannya.

Tahun 2014, ia masuk DPRD Kota Tasikmalaya. Dari Dapil 2: Cipedes dan Indihiang. Wilayah yang padat. Dinamis. Banyak persoalan kota yang lahir dari sana—perumahan, jalan lingkungan, drainase, hingga UMKM.

0 Komentar