TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah derasnya arus kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan perubahan sosial yang kian cepat, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa ilmu, akhlak, dan kepemimpinan tetap menjadi fondasi utama yang harus dimiliki generasi muda.
Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Wisuda Kelas Akhir atau Takrimun Najihin Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (7/6/2026).
Di hadapan ratusan santri, orang tua, dan jajaran pengelola pesantren, Fajar menekankan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni penutup masa belajar.
Baca Juga:Pemerintah Kota Tasikmalaya Dorong TPST Regional dan Ubah Sampah Jadi EnergiProyek IPAL Ciangir Rp3,6 Miliar Masih Pincang, DPRD Ingatkan Jangan Hanya Beres di Atas Kertas
Lebih dari itu, wisuda menjadi bentuk penghormatan terhadap ilmu pengetahuan sekaligus titik awal pengabdian lulusan kepada masyarakat.
Menurutnya, istilah Takrimun Najihin memiliki makna mendalam dalam tradisi pendidikan Islam.
Bukan hanya penghargaan bagi santri yang menuntaskan pendidikan, tetapi juga bentuk pemuliaan terhadap ilmu, guru, orang tua, dan seluruh proses perjuangan menuntut ilmu.
“Selama enam tahun para peserta didik menjalani proses pendidikan yang tidak ringan. Takrimun Najihin merupakan bentuk saling memuliakan. Allah memuliakan manusia, dan pendidikan Islam mengajarkan kita memuliakan ilmu, guru, orang tua, serta seluruh proses perjuangan dalam menuntut ilmu,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Fajar juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan wilayah Priangan Timur.
Ia menyebut Tasikmalaya bukan daerah yang asing karena menyimpan kenangan masa mudanya saat menempuh pendidikan di MAN Darussalam Ciamis.
“Tasikmalaya bukan kota yang asing bagi saya. Datang ke sini seperti membawa saya kembali ke masa remaja. Saya senang bisa hadir dan menyaksikan semangat yang terpancar dari wajah para wisudawan,” katanya.
Baca Juga:Harga Kedelai Impor Naik, Ratusan Perajin Tahu di Tasikmalaya Pangkas Produksi dan Naikan Harga JualParkir Kota Tasikmalaya Dikelola Yayasan, Harapan Tertib Mengaspal di Empat Ruas Jalan Strategis
Fajar kemudian mengajak para lulusan Al-Furqon menjadi generasi rabbani sebagaimana ajaran dalam Surat Ali Imran ayat 79.
Generasi rabbani, kata dia, adalah mereka yang tidak hanya mampu mengajarkan ilmu kepada orang lain, tetapi juga terus belajar sepanjang hayat.
Ia menjelaskan, generasi rabbani memiliki dua tugas utama. Pertama, menyebarkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat.
Kedua, menjaga semangat belajar yang tidak pernah padam meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal.
