Wamendikdasmen Ingatkan Santri Al-Furqon, Akhlak dan Kepemimpinan Jangan Kalah oleh AI Zaman

Wamendikdasmen ingatkan santri hadapi AI
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat menghadiri Wisuda Kelas Akhir atau Takrimun Najihin Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (7/6/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

“Dalam spirit perjuangan Kiai Ahmad Dahlan, kita diajarkan menjadi guru sekaligus murid. Mengajarkan kebaikan kepada orang lain, namun pada saat yang sama tetap menjadi pembelajar sepanjang hayat,” tegasnya.

Fajar juga mengingatkan bahwa Islam tidak mengajarkan umatnya menjauh dari kehidupan sosial.

Seorang muslim, menurutnya, harus mampu menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT sekaligus aktif berkontribusi di tengah masyarakat.

Baca Juga:Pemerintah Kota Tasikmalaya Dorong TPST Regional dan Ubah Sampah Jadi EnergiProyek IPAL Ciangir Rp3,6 Miliar Masih Pincang, DPRD Ingatkan Jangan Hanya Beres di Atas Kertas

“Jadilah generasi rabbani yang mampu menyeimbangkan kehidupan spiritual dan sosial. Bukan generasi yang menjauh dari masyarakat, tetapi hadir dengan membawa ilmu, akhlak, kearifan, dan tanggung jawab,” tuturnya.

Menariknya, Fajar turut menyoroti perkembangan teknologi AI yang saat ini semakin masif.

Ia mengingatkan para santri agar tidak terjebak dalam perlombaan mengejar kecanggihan teknologi semata, sementara karakter dan etika justru tertinggal di belakang.

Menurutnya, manusia tidak harus berlomba menjadi lebih pintar dari AI. Yang jauh lebih penting adalah memastikan teknologi digunakan secara bijak, etis, dan bertanggung jawab untuk kemaslahatan bersama.

“Jika manusia hanya berusaha mengejar kemampuan AI, kita akan kewalahan. Yang harus dilakukan adalah memanfaatkan teknologi tersebut secara etis dan bertanggung jawab untuk kepentingan serta kemanfaatan manusia,” katanya.

Ia menambahkan, kesuksesan masa depan tidak lagi ditentukan hanya oleh nilai akademik.

Dunia kerja dan kehidupan sosial kini membutuhkan kemampuan beradaptasi, daya tahan menghadapi tantangan, keterampilan komunikasi, kemampuan berorganisasi, serta karakter yang kuat.

Baca Juga:Harga Kedelai Impor Naik, Ratusan Perajin Tahu di Tasikmalaya Pangkas Produksi dan Naikan Harga JualParkir Kota Tasikmalaya Dikelola Yayasan, Harapan Tertib Mengaspal di Empat Ruas Jalan Strategis

Tak sedikit tokoh bangsa dan pemimpin nasional yang lahir dari lingkungan pesantren.

Menurut Fajar, keberhasilan mereka bukan semata karena kecerdasan akademik, melainkan juga karena ketangguhan karakter yang ditempa selama menempuh pendidikan pesantren.

“Banyak tokoh penting lahir dari pesantren. Mereka memiliki resiliensi, kemampuan berorganisasi, daya tahan, dan karakter yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” jelasnya.

Sebagai alumnus pendidikan pesantren selama 13 tahun, Fajar meyakini pengalaman hidup di pesantren merupakan modal berharga yang akan terus melekat dalam perjalanan hidup para santri.

Menutup tausiyahnya, ia mengajak para wisudawan memanfaatkan masa muda untuk mengembangkan potensi diri, memperluas pengalaman, aktif berorganisasi, dan terus belajar dalam berbagai ruang kehidupan.

0 Komentar