TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mempercepat pembangunan jembatan penghubung kawasan Sarana Olahraga (SOR) Mangunreja dengan Kompleks Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya. Proyek yang melintasi Sungai Ciwulan itu menelan anggaran fisik Rp 25,37 miliar dan ditargetkan rampung paling lambat 31 Desember 2026.
Pembangunan jembatan dengan masa pelaksanaan 70 hari kalender tersebut diharapkan membuka akses langsung antara kawasan olahraga dan pusat pemerintahan. Selain memperkuat konektivitas, infrastruktur ini juga ditujukan untuk mempermudah mobilitas masyarakat menuju kedua kawasan tersebut.
Kabid Jalan dan Jembatan sekaligus PPK kegiatan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Ir Risnandar Nurdianto, ST, MT, melalui Tenaga Fungsional Bidang Jalan dan Jembatan, Wildan Nuruzzaman, A.Md., mengatakan, pembangunan dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Perubahan APBD Kabupaten Tasikmalaya Tahun Anggaran 2026.
Baca Juga:Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan
“Nilai kontrak pembangunan fisik jembatan sebesar Rp 25.372.623.683. Anggaran tersebut bersumber dari DAU Perubahan APBD Kabupaten Tasikmalaya Tahun Anggaran 2026,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Wildan menjelaskan, jembatan memiliki panjang penanganan 87 meter dengan lebar perkerasan kendaraan 7,5 meter. Pembangunan juga dilengkapi dua paket jalan akses, masing-masing sepanjang 84 meter dan 319 meter dengan lebar 7,5 meter.
Untuk jalan akses menuju kawasan SOR, nilai kontraknya mencapai Rp 3,804 miliar. Sementara akses menuju kompleks pemerintahan dialokasikan Rp 1,268 miliar.
Dengan demikian, total nilai tiga paket konstruksi jembatan dan jalan akses mencapai sekitar Rp 30,44 miliar, di luar dua paket jasa pengawasan.
Wildan menegaskan, seluruh pekerjaan direncanakan selesai dalam satu tahun anggaran, yakni 2026. Dengan demikian, proyek tersebut tidak menggunakan skema multiyears karena pembangunan jembatan dan kedua jalan pendekat telah masuk dalam lingkup pekerjaan tahun ini.
Dari sisi konstruksi, jembatan menggunakan struktur atas gelagar beton pratekan pracetak tipe PCI atau I-girder. Struktur tersebut terdiri atas tiga bentang dengan panjang masing-masing 15,60 meter, 20,60 meter, dan 45,80 meter.
Adapun struktur bawah menggunakan abutmen dan pilar beton bertulang dengan fondasi sumuran beton berdiameter tiga meter. Sementara lantai jembatan menggunakan panel pracetak yang diperkuat beton bertulang.
Baca Juga:Dokter Keliling Gerindra Sambangi Cineam Tasikmalaya, Ratusan Warga Dapat Pengobatan GratisKetika Sekolah Tak Lagi Aman, Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Soroti Kasus Perundungan yang Memakan Korban
Pemilihan konstruksi tersebut mempertimbangkan kebutuhan bentang jembatan, kekuatan struktur, serta efisiensi waktu pelaksanaan.
“Penggunaan gelagar pracetak juga memungkinkan sebagian pekerjaan dilakukan di luar lokasi proyek, sehingga dapat menekan ketergantungan terhadap kondisi cuaca di lapangan,” katanya.
