PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Osteoporosis kerap datang tanpa banyak tanda. Penurunan kepadatan tulang bisa berlangsung diam-diam, bahkan tanpa keluhan berarti.
Tak sedikit orang baru menyadari penyakit tersebut setelah mengalami patah tulang, meski hanya akibat cedera ringan.
Kondisi ini menjadi perhatian RSUD Pandega Pangandaran. Masyarakat diingatkan untuk lebih peduli terhadap kesehatan tulang, terutama ketika memasuki usia lanjut.
Baca Juga:Penanganan Genangan di Kota Tasikmalaya Terkendala Kewenangan, Sungai Ciloa dan Cikalang Perlu KolaborasiGenangan di Kota Tasikmalaya Bukan Sekadar karena Hujan, Sampah dan Kabel Utilitas Hambat Saluran
Sebab, risiko osteoporosis cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, khususnya pada perempuan setelah menopause.
Direktur RSUD Pandega Pangandaran dr Hj Titi Sutiamah menjelaskan, terdapat sejumlah tanda yang patut diwaspadai.
Di antaranya patah tulang akibat benturan atau cedera ringan, tinggi badan yang semakin berkurang, postur tubuh mulai membungkuk, hingga nyeri tulang yang dirasakan secara merata.
Selain itu, osteoporosis juga dapat diketahui melalui gambaran radiologi tertentu saat seseorang menjalani pemeriksaan medis.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, tulang yang kehilangan kepadatan akan lebih rentan mengalami keretakan maupun patah tulang.
Padahal, proses penurunan kepadatan tulang sering kali tidak disadari sejak awal.
Karena itu, RSUD Pandega Pangandaran membagikan sejumlah langkah sederhana untuk menjaga kesehatan tulang. Salah satunya dengan mencukupi kebutuhan kalsium melalui konsumsi makanan bergizi.
Baca Juga:Sebelas Titik Genangan di Kota Tasikmalaya Mulai Berkurang, Pembersihan Saluran Jadi KunciRumah Layak Huni Tak Cukup Kokoh, Septic Tank Jadi Perhatian Pemkot Tasikmalaya
“Mencukupi kebutuhan kalsium melalui konsumsi makanan bergizi, seperti susu, ikan, tahu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Kalsium merupakan salah satu mineral penting untuk menjaga kekuatan dan kepadatan tulang,” ujarnya belum lama ini.
Selain kalsium, kebutuhan vitamin D juga perlu diperhatikan. Nutrisi ini berperan membantu tubuh menyerap kalsium secara optimal.
Pemenuhannya bisa dilakukan melalui konsumsi makanan yang mengandung vitamin D serta paparan sinar matahari secara aman.
Langkah berikutnya adalah membiasakan tubuh tetap aktif. Olahraga secara teratur, seperti berjalan kaki, berlari, maupun latihan angkat beban sesuai kemampuan, dapat membantu mempertahankan kekuatan tulang sekaligus otot.
Upaya tersebut penting dilakukan sejak dini. Sebab, menjaga kesehatan tulang bukan hanya urusan mereka yang sudah lanjut usia. Kebiasaan hidup sehat perlu dibangun sebelum tulang mulai kehilangan kekuatannya.
RSUD Pandega Pangandaran juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai terjadi patah tulang untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
