TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Hujan kerap dituding sebagai penyebab genangan di sejumlah kawasan Kota Tasikmalaya.
Namun, persoalan di lapangan ternyata tidak sesederhana itu. Sampah yang menumpuk hingga keberadaan kabel dan jaringan utilitas di saluran turut menghambat kelancaran aliran air.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Rino Isa Muharam mengungkapkan, penyumbatan saluran menjadi salah satu persoalan yang ditemukan dalam penanganan titik-titik genangan.
Baca Juga:Rumah Layak Huni Tak Cukup Kokoh, Septic Tank Jadi Perhatian Pemkot TasikmalayaBukan Sekadar Timbang Balita, Posyandu di Kota Tasikmalaya Kini Bantu Warga Dapat Rumah Layak
Menurut dia, sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air. Kondisi tersebut semakin rumit karena di sejumlah saluran terdapat jaringan utilitas, seperti kabel telekomunikasi, jaringan listrik hingga pipa air.
“Di samping kurangnya kesadaran masyarakat, di setiap saluran juga ada kabel-kabel utilitas, seperti pipa air, seluler, dan listrik. Itu juga menjadi faktor yang menghambat aliran air,” ujarnya, Rabu (4/11/02026).
Persoalan ini memperlihatkan bahwa penanganan genangan tidak cukup hanya mengandalkan pengerukan atau pembersihan sampah.
Ada persoalan lain yang membutuhkan koordinasi lintas pihak agar saluran bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
Sebab, saluran air yang seharusnya menjadi jalur pembuangan limpasan hujan terkadang harus berbagi ruang dengan berbagai jaringan utilitas. Jika tidak ditata dan dikelola dengan baik, aliran air berpotensi kembali tersendat.
Rino menyebutkan, pihaknya terus melakukan pembersihan saluran, terutama di kawasan yang menjadi titik rawan genangan.
Salah satu pekerjaan bahkan dilakukan selama tiga hari berturut-turut untuk mengangkat tumpukan sampah di lapangan.
Baca Juga:Pemkot Tasikmalaya Siapkan Kepala Sekolah Berintegritas, Bukan Jago AdministrasiData Bansos Belum Beres, Viman Temukan Warga Kota Tasikmalaya Belum Terdaftar Penerima Bantuan
Sejumlah kawasan seperti Cikalang, Cilutut, Cibeurang, serta titik-titik genangan lainnya menjadi perhatian dalam penanganan tahun ini.
Namun, pekerjaan tersebut tidak akan efektif apabila persoalan sampah terus berulang. Saluran dibersihkan hari ini, tetapi jika perilaku membuang sampah sembarangan tidak berubah, penyumbatan bisa kembali terjadi.
Karena itu, Rino menilai kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi potensi genangan. Pemeliharaan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan perubahan perilaku warga.
Di tengah berbagai upaya tersebut, penataan jaringan utilitas juga perlu mendapat perhatian.
Jangan sampai saluran yang dibangun untuk mengalirkan air justru semakin kehilangan ruang akibat tumpang tindih kepentingan jaringan di dalamnya. (rezza rizaldi)
