Bukan Sekadar Timbang Balita, Posyandu di Kota Tasikmalaya Kini Bantu Warga Dapat Rumah Layak

Posyandu Ikut Kawal Bantuan Rumah Layak
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan bersama Ketua TP Posyandu Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri turun langsung memastikan bantuan perbaikan rumah berjalan sesuai kebutuhan penerima manfaat, Selasa (3/11/2026). istimewa
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Urusan Posyandu kini tak lagi sebatas menimbang balita, memantau tumbuh kembang anak, atau melayani kesehatan ibu.

Di Kota Tasikmalaya, Posyandu mulai mengambil peran lebih luas, termasuk membantu mengidentifikasi warga yang membutuhkan hunian layak.

Peran tersebut terlihat dalam peninjauan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kelurahan Cikalang, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:Pemkot Tasikmalaya Siapkan Kepala Sekolah Berintegritas, Bukan Jago AdministrasiFestival Braille di Kota Tasikmalaya Buka Akses Literasi bagi Penyandang Disabilitas Netra

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan bersama Ketua TP Posyandu Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri turun langsung memastikan bantuan perbaikan rumah berjalan sesuai kebutuhan penerima manfaat.

Peninjauan itu merupakan tindak lanjut dari laporan dan hasil verifikasi Posyandu.

Pemerintah ingin memastikan bantuan tidak sekadar tercatat dalam daftar program, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Viman menjelaskan, Posyandu kini memiliki tanggung jawab lebih luas sebagai ujung tombak pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Cakupannya meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga sosial.

Salah satu implementasinya adalah mengidentifikasi persoalan masyarakat di tingkat kewilayahan.

“Termasuk menemukan warga yang masih tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak dan membutuhkan intervensi pemerintah,” ujar Viman.

Di Kota Tasikmalaya, sebanyak 827 unit bantuan perbaikan rumah telah dialokasikan pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Namun, bagi pemerintah, pekerjaan tidak berhenti pada penyaluran bantuan.

Baca Juga:Data Bansos Belum Beres, Viman Temukan Warga Kota Tasikmalaya Belum Terdaftar Penerima BantuanJNE Perluas Pasar Industri Kreatif, Jadi Partner Logistik Pameran Seni Inklusif di Bandung

“Kualitas hasil pembangunan juga harus dipastikan agar rumah yang diperbaiki benar-benar memenuhi standar hunian layak,” tegas Viman.

Dalam peninjauan tersebut, Viman mengecek sejumlah aspek bangunan, mulai dari sirkulasi udara, sanitasi, pencahayaan, kekuatan struktur hingga kondisi atap.

“Faktor-faktor tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan rumah aman, sehat, dan nyaman ditempati,” tambahnya.

Selain kondisi fisik bangunan, pemerintah juga mencermati ketepatan data penerima bantuan.

Hasil verifikasi menunjukkan penerima manfaat berada dalam kelompok kesejahteraan desil 1 dan 2.

Pengecekan juga mencakup aktivasi bantuan sosial bagi penerima yang masih membutuhkan tindak lanjut.

Dengan begitu, intervensi pemerintah tidak hanya menyentuh kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga berupaya memperkuat perlindungan sosial masyarakat.

0 Komentar