Festival Braille di Kota Tasikmalaya Buka Akses Literasi bagi Penyandang Disabilitas Netra

Literasi Braille Buka Ruang Kesetaraan
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan saat menghadiri Festival Literasi Santun Berbasis Braille di Perpustakaan Umum Daerah Kota Tasikmalaya, Selasa (3/11/2026). istimewa
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Membaca dan mendapatkan informasi semestinya bukan hak istimewa bagi mereka yang bisa melihat.

Setiap warga berhak memperoleh pengetahuan, termasuk penyandang disabilitas netra yang membutuhkan akses bacaan sesuai kebutuhannya.

Semangat itulah yang diusung Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Festival Literasi Santun Berbasis Braille di Perpustakaan Umum Daerah Kota Tasikmalaya, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:Data Bansos Belum Beres, Viman Temukan Warga Kota Tasikmalaya Belum Terdaftar Penerima BantuanJNE Perluas Pasar Industri Kreatif, Jadi Partner Logistik Pameran Seni Inklusif di Bandung

Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya tersebut menjadi salah satu langkah memperluas akses literasi sekaligus membangun perpustakaan yang lebih inklusif.

Sebab, ukuran kemajuan budaya membaca bukan sekadar banyaknya koleksi buku, tetapi juga seberapa luas masyarakat bisa menikmatinya.

Festival ini melibatkan penyandang disabilitas netra, anggota Ikatan Tunanetra Muslimin Indonesia (ITMI), serta siswa dan pendamping dari SLB Tamansari, SLB Bungursari, dan SLB Aisyiyah Kawalu. Sasaran peserta penyandang disabilitas netra dalam kegiatan tersebut mencapai 100 orang.

Melalui pengenalan dan pemanfaatan bahan bacaan berbasis Braille, kegiatan ini diharapkan dapat membuka ruang belajar yang lebih setara.

Keterbatasan penglihatan tidak semestinya menjadi batas bagi seseorang untuk membaca, menggali informasi, maupun mengembangkan kemampuan diri.

Tak hanya menyasar penyandang disabilitas, Festival Literasi Santun juga menghadirkan program Literasi Usia Dini (SI UDIN).

Program tersebut dikemas melalui kegiatan storytelling atau mendongeng bagi anak-anak usia dini yang berlangsung pada 13 Oktober hingga 5 November 2026.

Baca Juga:AHM Dorong Gaya Hidup Hijau, Anak Muda Diajak Kurangi Sampah ElektronikPayung Geulis Dikenalkan Sejak Dini, Ibu dan Anak Kompak Melukis di Sawarga Kota Tasikmalaya

Pengembangan literasi ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya membaca sejak dini sekaligus memperluas jangkauan layanan perpustakaan untuk berbagai kelompok usia.

Ke depan, Perpustakaan Umum Daerah Kota Tasikmalaya diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi berkembang sebagai pusat layanan dan rujukan literasi Braille di wilayah Priangan Timur.

Untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan penguatan koleksi buku Braille, penyediaan bahan bacaan audio dan digital yang aksesibel, serta peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan yang ramah penyandang disabilitas.

Pekerjaan itu tentu tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan festival. Konsistensi layanan, ketersediaan bahan bacaan, dan fasilitas yang mudah diakses menjadi pekerjaan penting agar semangat literasi inklusif tidak berhenti setelah acara selesai.

0 Komentar