TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Rumah layak huni bukan sekadar bangunan berdinding kokoh, beratap baik, dan memiliki pencahayaan cukup.
Ada satu bagian yang kerap luput dari perhatian, tetapi menentukan kesehatan penghuninya, yakni sanitasi dan keberadaan septic tank yang layak.
Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai memasukkan aspek sanitasi sebagai salah satu perhatian dalam memastikan kualitas hunian masyarakat.
Baca Juga:Bukan Sekadar Timbang Balita, Posyandu di Kota Tasikmalaya Kini Bantu Warga Dapat Rumah LayakPemkot Tasikmalaya Siapkan Kepala Sekolah Berintegritas, Bukan Jago Administrasi
Sebab, rumah yang tampak bagus belum tentu sehat jika pengelolaan limbah domestiknya masih bermasalah.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, terdapat empat aspek penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan rumah layak huni.
Mulai dari sirkulasi udara, sanitasi, pencahayaan, hingga kekuatan struktur bangunan.
Hal itu dikatakan dia saat meninjau proses pembangunan septic tank di Jalan Terusan BCA, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Selasa (3/11/2026).
“Empat kaidah rumah layak huni itu harus diperhatikan. Sirkulasi udara harus baik, sanitasi, pencahayaan, dan struktur bangunan juga harus baik. Hal-hal itu yang kami pastikan,” ujar Viman.
Menurut dia, aspek sanitasi tidak boleh dipandang sebelah mata. Keberadaan fasilitas pengelolaan limbah rumah tangga, termasuk septic tank yang memenuhi standar, merupakan bagian penting dari lingkungan tempat tinggal yang sehat.
Persoalannya, membangun rumah yang terlihat bagus saja tidak cukup. Tanpa sanitasi memadai, persoalan limbah domestik berpotensi menjadi ancaman bagi kesehatan penghuni maupun lingkungan sekitar.
Perhatian terhadap kualitas hunian tersebut salah satunya dilakukan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Baca Juga:Data Bansos Belum Beres, Viman Temukan Warga Kota Tasikmalaya Belum Terdaftar Penerima BantuanJNE Perluas Pasar Industri Kreatif, Jadi Partner Logistik Pameran Seni Inklusif di Bandung
Di wilayah Cikalang, salah seorang warga mendapatkan bantuan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat.
Viman menyebutkan, terdapat 827 bantuan Rutilahu dari pemerintah pusat melalui BSPS untuk masyarakat Kota Tasikmalaya.
Menariknya, pendataan calon penerima manfaat tidak hanya mengandalkan laporan administratif.
Posyandu juga dilibatkan untuk mengidentifikasi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk persoalan kelayakan rumah dan permukiman.
Data tersebut kemudian diverifikasi bersama Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang, Posyandu, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), serta pihak kelurahan.
“Data dari PUTR, Posyandu, BKM, dan kelurahan kita bawa untuk dicocokkan. Setelah itu dilakukan verifikasi dan validasi faktual, sehingga penerima manfaat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.
