Sebelas Titik Genangan di Kota Tasikmalaya Mulai Berkurang, Pembersihan Saluran Jadi Kunci

Titik genangan di Kota Tasikmalaya mulai berkurang
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Rino Isa Muharam bersama timnya saat membersihkan saluran air di HZ Mustofa, belum lama ini. istimewa
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Ancaman genangan air di sejumlah ruas jalan Kota Tasikmalaya mulai mendapat penanganan.

Dari sebelumnya teridentifikasi 11 titik yang kerap dilanda genangan, kini jumlahnya diklaim mulai berkurang setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) melakukan pembersihan saluran secara berkala.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Rino Isa Muharam mengatakan, pembersihan saluran menjadi salah satu langkah yang terus dilakukan untuk mengurangi potensi genangan, terutama di lokasi yang selama ini menjadi langganan luapan air.

Baca Juga:Rumah Layak Huni Tak Cukup Kokoh, Septic Tank Jadi Perhatian Pemkot TasikmalayaBukan Sekadar Timbang Balita, Posyandu di Kota Tasikmalaya Kini Bantu Warga Dapat Rumah Layak

“Awalnya ada 11 titik. Sekarang sudah mulai berkurang karena kita sering melaksanakan pembersihan saluran,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).

Meski begitu, pekerjaan rumah penanganan genangan belum sepenuhnya tuntas.

Sebab, persoalan di lapangan tidak hanya berkaitan dengan kapasitas saluran, tetapi juga sampah yang menyumbat aliran air.

Menurut Rino, penumpukan sampah masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan.

Ketika saluran tersumbat, air yang semestinya mengalir justru meluap ke badan jalan maupun kawasan permukiman.

Sejumlah lokasi menjadi perhatian dalam penanganan tahun ini. Di antaranya kawasan Sungai Ciloa Cihideung, Ciromban Cikadut, Sungai Cikalang, Cilutut, Cibeurang, serta beberapa titik genangan lain yang membutuhkan penanganan.

“Untuk sekarang kita fokus ke titik-titik genangan yang memang perlu penanganan dan perbaikan,” katanya.

Rino menegaskan, upaya tersebut akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Pengecekan dan pembersihan saluran akan kembali dilakukan untuk memastikan sampah yang berpotensi menghambat aliran air tidak terus menumpuk.

Baca Juga:Pemkot Tasikmalaya Siapkan Kepala Sekolah Berintegritas, Bukan Jago AdministrasiData Bansos Belum Beres, Viman Temukan Warga Kota Tasikmalaya Belum Terdaftar Penerima Bantuan

Artinya, penanganan genangan tidak cukup hanya dilakukan ketika air sudah meluber. Pemeliharaan saluran harus menjadi pekerjaan rutin agar persoalan yang sama tidak berulang setiap kali hujan turun.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat juga menjadi bagian penting. Sebab, saluran yang sudah dibersihkan tidak akan bertahan lama jika kembali dijadikan tempat pembuangan sampah.

Pemerintah bisa mengerahkan petugas dan alat untuk mengangkat sampah, tetapi menjaga saluran tetap bersih membutuhkan keterlibatan warga.

Jangan sampai pekerjaan membersihkan saluran menjadi rutinitas tanpa ujung karena kebiasaan membuang sampah sembarangan terus berulang. (rezza rizaldi)

0 Komentar