PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Akses menuju kawasan wisata Pangandaran melalui jalur kereta api bakal mendapat tambahan layanan transportasi.
Perum DAMRI berencana mengoperasikan shuttle bus yang menghubungkan Stasiun Banjar dengan kawasan wisata Pangandaran mulai November 2026.
Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi lanjutan bagi wisatawan yang turun di Stasiun Banjar.
Baca Juga:Penanganan Genangan di Kota Tasikmalaya Terkendala Kewenangan, Sungai Ciloa dan Cikalang Perlu KolaborasiGenangan di Kota Tasikmalaya Bukan Sekadar karena Hujan, Sampah dan Kabel Utilitas Hambat Saluran
Sebab, perjalanan menggunakan kereta api belum sepenuhnya tuntas jika penumpang masih harus kebingungan mencari kendaraan untuk sampai ke pantai.
Namun, layanan tersebut masih menunggu kepastian tanggal operasional.
Artinya, rencana sudah disiapkan, tetapi wisatawan masih harus bersabar sebelum bisa benar-benar menikmati kemudahan perjalanan tersebut.
Kabid Industri Pariwisata, Investasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Riko Agung Purnama membenarkan rencana pengoperasian shuttle DAMRI tersebut.
Menurut dia, layanan transportasi itu merupakan hasil kolaborasi Perum DAMRI, Pemerintah Kota Banjar, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Banjar, serta Grand Pangandaran.
“Rencananya shuttle DAMRI akan dioperasionalkan dari Stasiun Banjar ke Pangandaran dan sebaliknya. Tentunya kami bekerja sama dengan Perum DAMRI, Pemkot Banjar, KADIN Banjar dan Grand Pangandaran,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Riko menyebutkan, pengoperasian ditargetkan mulai November ini. Meski demikian, tanggal peluncurannya belum ditetapkan karena masih menunggu finalisasi.
“Direncanakan bulan November, untuk tanggalnya belum dipastikan,” katanya.
Pada tahap awal, dua unit kendaraan akan disiapkan dengan kapasitas maksimal 14 penumpang per armada.
Baca Juga:Sebelas Titik Genangan di Kota Tasikmalaya Mulai Berkurang, Pembersihan Saluran Jadi KunciRumah Layak Huni Tak Cukup Kokoh, Septic Tank Jadi Perhatian Pemkot Tasikmalaya
Sistem perjalanan menggunakan pola antarjemput dengan titik naik dan turun yang telah ditentukan.
Di Pangandaran, penumpang dapat naik maupun turun di kawasan Ruko Carita, Grand Pangandaran.
Sementara di Kota Banjar, perjalanan akan terhubung dengan rest area yang menjadi titik pemberhentian sebelum penumpang melanjutkan perjalanan menuju stasiun.
Pemkot Banjar nantinya menyediakan angkutan penyambung dari rest area menuju Stasiun Banjar.
“Pemkot Banjar menyediakan angkutan penyambung dari rest area menuju Stasiun Banjar,” jelasnya.
Untuk tarif, penumpang dari Stasiun Banjar menuju Pangandaran dikenakan biaya Rp80.000 per orang.
Sementara itu, pengguna angkutan penyambung dari rest area menuju Stasiun Banjar harus menyiapkan tambahan Rp10.000.
