Selain badan jembatan, proyek ini mencakup sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya trotoar, railing pengaman sepanjang 165 meter, lantai batu andesit, serta guiding block bagi penyandang disabilitas. Marka jalan, rambu lalu lintas, saluran drainase, dan fasilitas pendukung lainnya juga menjadi bagian dari pekerjaan.
Meski demikian, percepatan pembangunan menghadapi tantangan kondisi cuaca yang memasuki musim hujan. Hal itu mulai terlihat dari capaian progres pekerjaan yang belum sesuai target.
Berdasarkan catatan hingga 3 November 2026 atau hari ke-13 pelaksanaan, progres fisik seharusnya mencapai 1,57 persen. Namun, realisasi baru sebesar 0,53 persen sehingga terjadi deviasi negatif 1,04 persen.
Baca Juga:Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan
Kondisi tersebut menjadi perhatian agar keterlambatan tidak semakin melebar. Terlebih, tahapan pekerjaan struktur dan pemasangan gelagar dijadwalkan meningkat mulai pertengahan November.
Untuk mengantisipasi risiko akibat hujan dan kondisi aliran Sungai Ciwulan, pelaksana menyiapkan perlindungan tebing menggunakan bronjong galvanis dengan volume sekitar 375 meter kubik serta pasangan batu.
Pengendalian sedimentasi juga dilakukan melalui saluran pengelak sementara, perangkap sedimen, serta perlindungan lereng dan material timbunan.
“Kami juga menetapkan pemantauan kondisi sungai, tebing, dan kualitas air, termasuk dokumentasi sebelum dan sesudah hujan dengan intensitas signifikan,” bebernya.
Setelah pekerjaan selesai dan dilakukan serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO), kontraktor masih memiliki kewajiban pemeliharaan selama 180 hari kalender. Dalam periode tersebut, penyedia jasa wajib memperbaiki setiap kerusakan maupun cacat mutu yang ditemukan dengan biaya sendiri.
“Dengan target penyelesaian akhir tahun, pembangunan jembatan dan jalan akses penghubung ini diharapkan segera menghadirkan jalur konektivitas baru yang mengintegrasikan kawasan olahraga dengan pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya,” pungkasnya. (obi)
