TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pertengkaran asmara berujung insiden membahayakan nyawa terjadi di Jembatan Kujang (JB), Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.
Seorang perempuan berusia 23 tahun dilaporkan melompat dari jembatan setinggi sekitar sembilan meter setelah diduga cemburu melihat kekasihnya bersama perempuan lain.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB saat petugas kepolisian tengah melaksanakan patroli di kawasan tersebut, Rabu (4/11/2026).
Korban diketahui berinisial F, warga Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Rawan Dipaksakan! Seleksi Pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya Berpotensi Seperti DewasMasalah Kepatutan Jangan Terulang, Masalah Dewas Tak Boleh Terulang di Baznas Kota Tasikmalaya
Akibat kejadian itu, korban mengalami patah tulang pada tangan kanan setelah terjatuh ke bagian bawah jembatan yang dipenuhi tanah dan batu-batu kecil.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian korban mendatangi kekasihnya yang sedang berkumpul bersama beberapa rekannya di atas jembatan.
Namun, situasi berubah menjadi pertengkaran setelah korban melihat kekasihnya bersama perempuan lain.
Diduga diliputi rasa cemburu dan emosi, korban kemudian tiba-tiba melompat dari jembatan.
Insiden tersebut sontak membuat suasana nongkrong dini hari berubah menjadi kepanikan.
Korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan keterangan dokter jaga, korban mengalami patah tulang, tetapi kondisinya tidak mengancam jiwa.
Baca Juga:Vape Mulai Jadi Barang Terlarang di Mapolres Tasikmalaya KotaJalan HZ Mustofa Tasikmalaya Mendadak Jadi “Panggung Seni Budaya”
Sementara itu, kekasih korban dan sejumlah saksi diamankan di Polsek Cibeureum untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.
Pamapta I Polres Tasikmalaya Kota Ipda Jonih Jonansa membenarkan adanya kejadian perempuan yang melompat dari Jembatan Kujang tersebut.
“Iya, benar,” singkatnya saat dikonfirmasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan hubungan pribadi dan luapan emosi perlu disikapi dengan bijak.
Sebab, keputusan yang diambil dalam hitungan detik bisa berujung pada risiko keselamatan yang tidak sederhana. (Rezza RIzaldi)
