Rawan Dipaksakan! Seleksi Pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya Berpotensi Seperti Dewas

Baznas Kota Tasikmalaya
Ilustrasi AI/Gemini
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Unsur kepentingan kepala daerah pada seleksi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tasikmalaya potensinya dinilai besar. Pensiunan pejabat, tim sukses dan keluarga jadi lingkaran yang paling memungkinkan untuk ditempatkan.

Proses pendaftaran seleksi pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya masih berjalan, namun gaungnya relatif kurang terdengar. Bahkan siapa yang mendaftar pun saat ini tidak terekspos ke publik.

Pengamat Kebijakan Pemerintah Asep Sudrajat menilai bahwa di beberapa momentum seleksi jabatan baik lembaga atau organisasi menunjukkan adanya unsur kedekatan dengan wali kota. Masalahnya, prosesnya relatif memaksakan sehingga menimbulkan kontroversi. “Kita lihat di pemilihan ketua Kadin dan Dewas, kontroversinya kan jelas terlihat publik karena terlalu memaksakan,” ungkapnya kepada Radar, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:Masalah Kepatutan Jangan Terulang, Masalah Dewas Tak Boleh Terulang di Baznas Kota TasikmalayaVape Mulai Jadi Barang Terlarang di Mapolres Tasikmalaya Kota

Maka dari itu dalam seleksi pimpinan Baznas pun kemungkinan adanya unsur dipaksakan sangat besar. Meskipun dalam dunia politik hal tersebut lumrah, namun bisa berdampak masalah besar jika kurang pertimbangan. “Boleh saja orang dekat wali kota yang terpilih, tapi harus berkompeten, bertanggung jawab dan jangan memaksakan sampai memainkan prosedur,” tuturnya.

Maka dari itu dalam seleksi pimpinan Baznas, yang diekspos seyogyanya bukan hanya 10 yang direkomendasikan. Namun seluruh kandidat atau peserta yang mendaftar pun harus terekspos. “Jadi kelihatan yang tidak lolos itu ada indikasi sengaja disingkirkan atau memang karena hal yang wajar,” terangnya.

Pihaknya sempat mendengar beberapa figur yang diisukan jadi pesanan untuk menduduki posisi pimpinan baznas. Meskipun hal itu tidak bisa terverifikasi dan tidak akan diakui oleh kepala daerah. “Tidak akan jauh dari mantan pejabat atau pensiunan ASN, kalangan tim sukses dan lingkup keluarga, tapi mudah-mudahan itu sebatas rumor,” katanya.

Baznas merupakan lembaga keagamaan yang mengelola keuangan dengan nominal yang fantastis. Dikhawatirkan, lembaga tersebut pada akhirnya dijadikan alat untuk kepentingan kelompok tertentu saja. “Uang yang dikelola itu sangat besar, jangan sampai dimanfaatkan untuk kepentingan politik,” ucapnya.

Sebelumnya, Akademisi Tasikmalaya Asep M Tamam mengatakan kepengurusan Baznas jangan dianggap sama dengan organisasi atau lembaga pemerintah lainnya. Pasalnya ada nilai-nilai sakral keagamaan mengenai infak dan zakat. “Ini urusannya rukun Islam, jangan sampai dianggap sepele,” ungkapnya kepada Radar, Senin (2/11/2026).

0 Komentar