Proyek Drainase Zig-Zag Cimerak Kota Tasikmalaya Terus Disorot, PUTR: Dikerjakan Pemprov Jabar

PERTEMUAN warga
Pertemuan warga pertigaan JB-Jalan KH Tubagus Abdullah Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya menyoal proyek draenase zig-zag, Senin (5/10/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persoalan pengerjaan drainase di kawasan Jalan Lingkar Kota Tasikmalaya, tepatnya sekitar pertigaan JB-Jalan KH Tubagus Abdullah, Kampung Cimerak, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, belum sepenuhnya menemukan titik terang.

Selain dikeluhkan warga karena bentuk saluran yang dinilai berkelok atau zig-zag, pekerjaan tersebut juga menyentuh persoalan yang lebih krusial: fungsi irigasi Rancabadak, distribusi air ke wilayah hilir, hingga potensi banjir.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Hery Nugraha, mengatakan penanganan proyek di Jalan Lingkar tersebut merupakan pekerjaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:Pohon Mahoni di Mangkubumi Kota Tasikmalaya Tumbang Mendadak, Lalu Lintas Sempat Buka TutupIni 25 kegiatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya

Menurutnya, Pemkot Tasikmalaya sebelumnya mengusulkan agar ruas jalan tersebut ditangani Pemprov Jabar. Setelah usulan diterima, pekerjaan kemudian dilaksanakan oleh pemerintah provinsi.

“Janten itu proyek dikerjakeun ku Provinsi Jabar. Kota mah usul ka provinsi. Alhamdulillah lungsur ku provinsi dikerjakeun,” kata Hery, Selasa (6/10/2026).

Hery menjelaskan, pekerjaan yang masih berjalan mencakup pengaspalan sejumlah bagian jalan, termasuk dari arah Jembatan Cilose menuju Perempatan Purbaratu.

Selain lapisan hotmix, sejumlah bagian median dan separator juga akan kembali ditata. Begitu pula bagian drainase yang sebelumnya dibongkar untuk pengerjaan saluran.

Namun, ketika ditanya mengenai bentuk saluran yang terlihat berkelok, Hery mengaku belum mengetahui secara pasti alasan teknis desain tersebut.

“Eta nu zig-zag mah abdi kirang terang,” terangnya.

Karena itu, Hery menyarankan agar bentuk saluran tersebut dikembalikan pada gambar teknis atau desain perencanaan proyek.

“Coba aja di balik deui ke rencana gambar teknisna sapertos kumaha. Gambar teknisna biasana asa moal mungkin zig-zag kitu, pasti lurus,” katanya.

Baca Juga:Bukan Sekadar Jual Motor, Niaga Redja Abadi Layani 75 Ribu Konsumen Honda Priangan TimurKewenangan Berlapis, KKMP Kota Tasikmalaya Buka Komunikasi hingga Pemerintah Pusat

Pernyataan tersebut menjadi penting karena warga sebelumnya mempertanyakan mengapa saluran irigasi tidak dibuat lurus.

Warga juga meminta agar saluran dilengkapi pintu air sehingga debit air dapat dikendalikan sesuai kebutuhan.

Terlebih, saluran tersebut berkaitan dengan distribusi air menuju wilayah hilir, termasuk kebutuhan pertanian dan kolam warga.

Hery mengatakan proses pembangunan Jalan Lingkar tersebut sejak awal memang melibatkan koordinasi antara Pemkot Tasikmalaya dan Pemprov Jabar.

0 Komentar