Pasca Digeledah KPK, Guru SMAN di Tasikmalaya Diberi Cuti untuk Bereskan Masalah

Wanti Yulianti guru BK SMAN 1 Tasikmalaya
Rumah Guru SMA di Tasikmalaya yang digeledah KPK pekan lalu. (Rezza Rizaldi/radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Identitas guru SMA negeri di Tasikmalaya yang terseret kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan dalam penerimaan mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) akhirnya terkuak. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merilis nama-nama pihak yang diperiksa selain jajaran internal Unsoed dan orang-orang terdekat rektor Akhmad Sodik.

Guru yang diperiksa KPK karena perannya sebagai “koordinator pengepul” tersebut adalah WY. Dari informasi yang dihimpun WY diketahui sebagai guru di slah satu SMA negeri di Kota Tasikmalaya.

Dalam keterangan Jubir KPK, Budi Prasetyo, WY diperiksa bersama sejumlah saksi lain dalam kasus tersebut. Diantaranya dua orang dokter yakni Massita Dwi Yuliani P dan dr Mohammad Nurrizki Haitamy. Kemudian empat saksi lainnya yakni Yuli Widiharyanti dari kalangan PPPK, Hon Fen yang merupakan wiraswasta, serta Nia Yuliani dan Wahyu Mustadi dari kalangan ASN. Namun Budi belum memerinci materi yang didalami penyidik terhadap para saksi tersebut.

Baca Juga:KPK Geledah Rumah Guru di Tasikmalaya Terkait Dugaan Korupsi Penerimaan Maba UnsoedBecak Listrik Pun Tersenyum!

KPK sendiri telah menggeledah rumah WY di Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, pada Selasa (8/9/2026). Ketua RT 02, Dani, mengakui dirinya turut mendampingi penggeledahan oleh petugas KPK di rumah guru tersebut.

“Ya benar, kemarin (saat KPK melakukan penggeledahan, Red) saya ikut masuk mendampingi saja sebagai perwakilan dari warga saat itu,” kata Dani, Jumat (18/9/2026).

Sementara itu, Ketua RW 21, Eko, mengaku datang terlambat ketika penggeledahan berlangsung. Saat tiba, petugas KPK dan pihak yang berkepentingan sudah berada di dalam rumah.

“Aku datang telat, jadi sudah di dalam dan tidak boleh masuk karena sudah ada perwakilan,” tuturnya.

Eko mengaku tidak mengetahui secara detail barang apa saja yang diperiksa atau diamankan petugas. Ia hanya mendengar terdapat koper dalam proses tersebut.

“Cuma ada dalam koper (sebuah koper yang dibawa), isinya tidak hafal,” katanya.

Keterangan serupa juga disampaikan petugas keamanan perumahan, Deden Lee. Berdasarkan pengamatannya sebagai satpam, rumah tersebut memang sudah lama ditempati WY dan keluarganya.

Baca Juga:Ketika Prabowo Minta KartaNU, PCNU Kota Tasik Malah Tak Kebagian Sapa!Prabowo, KDM (part9): Menyeimbangkan Gibran dan Kekuatan Politik Lain!

Deden menyebut WY cukup jarang terlihat di lingkungan perumahan. Ia juga mengetahui bahwa suami WY juga tidak selalu berada di rumah tersebut karena memiliki aktivitas pekerjaan di Bandung. “Geus lila (sudah lama),” cetus Deden ketika ditanya mengenai keberadaan Wanti di rumah tersebut.

0 Komentar