Unsil Kenalkan Kemasan Baru Gula Aren Kristal di Tasikmalaya

gula aren kristal Tasikmalaya
Dosen Universitas Siliwangi (Unsil) melaksanakan pelatihan pengemasan gula aren kristal sachet kecil untuk efisiensi produk yang higienis di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya (IST)
0 Komentar

Karena itu, tim pengabdian Unsil melakukan optimalisasi bahan kemasan sekaligus pengembangan desain visual untuk membangun citra baru produk gula aren kristal SIRIN.

Bahan yang digunakan berupa plastik kemasan custom 7×9 printing sachet. Material tersebut dinilai lebih kuat, mudah dicetak dengan desain visual, serta dapat melindungi produk dari sinar matahari, debu dan benturan.

Kemasan berukuran 7×9 sentimeter dengan ketebalan 40 gsm tersebut dirancang untuk menahan isi seberat 6-8 gram per sachet.

Baca Juga:Didemo Mitra di Tasikmalaya, Maxim Indonesia Klarifikasi Soal Potongan Driver, Sebut Komisi 0–8 PersenDugaan Guru di Tasikmalaya Jadi Pengepul Maba Unsoed, AMI: Jangan Biarkan Pendidikan Jadi Lapak Transaksi

Pengembangan kemasan tersebut disertai pelatihan yang berlangsung 15-16 Agustus 2026 melalui metode pelatihan, praktik dan pendampingan.

Pelatihan mencakup pengoperasian mesin kemasan sachet, pemasangan rol kemasan, pengaturan suhu penyegelan, perawatan mesin, serta kalibrasi timbangan otomatis agar berat gula dalam setiap sachet konsisten.

Tim juga memberikan pelatihan mengenai keamanan pangan, termasuk higiene dan sanitasi area produksi, penggunaan material food grade serta pengelolaan rol kemasan.

Pada aspek kontrol kualitas, peserta dilatih memastikan hasil seal kuat dan tidak bocor. Mereka juga mendapat pelatihan mengenai penyimpanan bahan baku dan produk jadi agar tetap higienis sebelum didistribusikan.

Pendampingan teknis kemudian dilakukan dengan menempatkan mahasiswa untuk memantau kegiatan mitra pada 20 Agustus hingga 2 September 2026.

Hasil evaluasi menunjukkan peserta mampu mengikuti kegiatan dengan baik, terutama dalam penggunaan alat dan media, peningkatan keterampilan, pengembangan aktivitas ekonomi serta penerapan solusi terhadap persoalan mitra.

Namun, peserta masih belum mampu secara mandiri mencapai target produksi 300 sachet gula aren kristal per jam.

Baca Juga:MAN 1 Tasikmalaya Raih Peringkat 3 Nasional OMI RisetTurbo Prioritas Maxim Diprotes Ojol Tasikmalaya, Program Rp15 Ribu Disebut Bikin Driver Terjepit

Kendala utama terdapat pada proses pengisian yang masih menggunakan corong dan sendok secara manual. Cara tersebut membuat gula mudah tumpah, berat setiap sachet tidak konsisten dan proses pengisian menjadi lebih lambat.

Selain itu, ukuran kristal gula aren yang tidak seragam atau masih setengah halus menyulitkan sistem takar volumetrik maupun auger filler menghasilkan berat yang stabil.

Debu halus dan sisa serbuk gula yang menempel pada lipatan plastik juga dapat mengganggu proses penyegelan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kebocoran atau segel kurang rekat.

Gula aren juga mudah menyerap kelembapan udara sehingga dapat menjadi lengket dan mengeras. Kondisi ini membuat debu dan serbuk lebih mudah terperangkap pada lipatan kemasan.

0 Komentar