TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mendorong keberadaan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang tumbuh dan berkembang bagi generasi muda.
Hal itu disampaikan Viman saat menghadiri Puncak Tasyakur Milad ke-49 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Tasikmalaya di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Selasa (15/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Viman mengapresiasi berbagai rangkaian kegiatan yang telah dilakukan DPD BKPRMI Kota Tasikmalaya dalam momentum milad. Di antaranya gerakan membersihkan 490 masjid dan musala, khataman Al-Qur’an, santunan sosial hingga peningkatan kompetensi ustaz dan ustazah.
Baca Juga:Kadin Mempersatukan Tiga Orang yang Dulu Berbeda, Kini Menjadi Satu Meja!Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya Pamit !
“Ini menunjukkan bahwa milad menjadi ruang untuk bekerja dan berbagi,” ujar Viman dalam sambutannya.
Menurut dia, semangat transformasi gerakan pemuda dan remaja masjid harus tetap berakar pada nilai-nilai Islam. Namun, cara pelayanan dan pendekatannya perlu disesuaikan dengan dunia anak muda saat ini.
“Masjid harus menjadi tempat mereka beribadah, belajar, berdiskusi, berkarya, serta bertemu dengan lingkungan pergaulan yang sehat,” katanya.
Viman menilai, generasi muda membutuhkan perhatian dan ruang positif sejak dini. Karena itu, pendekatan kepada remaja tidak boleh menunggu sampai mereka menghadapi persoalan.
“Mari rangkul sejak awal, dengarkan kegelisahannya, kenali potensinya, lalu berikan kegiatan yang membuat mereka merasa diterima,” tuturnya.
“Ketika seorang remaja merasa memiliki rumah di masjid, kita sedang menjaga satu masa depan,” sambung Viman.
Ia menyebut, penguatan peran BKPRMI sejalan dengan visi Kota Tasikmalaya sebagai kota industri, jasa dan perdagangan yang religius, inovatif, maju serta berkelanjutan.
Baca Juga:Mukota Kota Tasik Ditunda, Ada KADIN Jabar di Pusaran Cerita!MBK Ventura Dorong Terwujudnya Keluarga Sehat, Cerdas dan Sejahtera di Cisayong Kabupaten Tasikmalaya
Melalui program Tasik Religius dan Tasik Pintar, Pemkot Tasikmalaya terus mendorong pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas pendidikan serta pembinaan kepemudaan. Dalam hal ini, BKPRMI dinilai memiliki posisi strategis untuk membangun kecerdasan sekaligus karakter generasi muda.
Viman juga menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS). Berdasarkan data sementara yang disampaikannya, terdapat sekitar 7.520 anak dalam data ATS. Hingga awal September, sebanyak 4.470 anak telah diverifikasi dan divalidasi, sementara 2.764 anak sudah kembali mendapatkan akses pendidikan, baik melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan.
