GARUT, RADARTASIK.ID – Kabupaten Garut sudah memiliki lapangan stadion berstandar yang menjadi markas tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Garut yakni Persigar.
Sejatinya Stadion Dalem Bintang belum sepenuhnya selesai karena masih ada tribun yang belum diselesaikan. Meskipun demikian, lapangnya sudah bisa dipakai.
Di musim kemarau, kondisi rumput menjadi perhatian. Sebab selalu mengalami kekeringan dan berdampak terhadap rumput yang berubah warna menjadi kuning.
Baca Juga:PGRI Kota Banjar Ingatkan Guru Agar Tak Terjebak Pinjaman Ilegal dan JudolDorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan Provinsi
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga kualitas rumput lapangan stadion di tengah tantangan cuaca panas ekstrem yang melanda saat ini.
Selain faktor cuaca, pemeliharaan fasilitas olahraga juga dioptimalkan secara maksimal di tengah keterbatasan anggaran yang ada.
Kepala Dispora Kabupaten Garut Asep Mulyana mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat ini membuat rumput lapangan cepat mengalami kekeringan.
Pihaknya tidak bisa berbuat banyak selain memaksimalkan sumber daya yang tersedia untuk menjaga kelayakan stadion.
“Memang ya, kering. Memang dengan cuaca seperti ini, kami pun tidak bisa ini. Makanya kami sering menjaga intensitas pemakaian stadion juga,” ucapnya, Selasa, 15 September 2026.
Asep menjelaskan, untuk menyiasati kondisi tersebut, pihaknya memperketat pengaturan jadwal serta intensitas penggunaan stadion, termasuk bagi pihak luar yang ingin meminjam fasilitas olahraga tersebut.
Setiap permohonan peminjaman kini dikelola secara selektif agar rumput lapangan tidak mengalami keausan berlebihan di tengah musim kemarau.
Baca Juga:Kawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan SementaraPenerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan Kecelakaan
Kendati dihadapkan pada keterbatasan anggaran pemeliharaan, Asep memastikan pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar fasilitas tetap berfungsi dengan baik.
Perawatan rutin terus digenjot dengan memanfaatkan fasilitas yang ada secara efektif. “Cuma dengan pemeliharaan juga kami, ya dengan keterbatasan ini, kami maksimalkan dengan anggaran yang ada,” katanya.
Salah satu kendala teknis yang dihadapi di lapangan adalah kondisi sumber air atau sirkel penyiraman yang turut mengering akibat kemarau.
Guna mengantisipasi hal tersebut, tim pemeliharaan stadion menyesuaikan jadwal penyiraman pada waktu-waktu yang paling efektif, yakni di pagi hari.
“Paling bisa kami menyiram itu di pagi hari. Penyiraman bisa memakan waktu hingga dua jam setiap pagi hari agar kelembapan rumput tetap terjaga,” pungkasnya. (Agi Sugiana)
