“Anggaran ini harus berbasis kepentingan masyarakat. Ini bukan hanya semata angka, tapi juga sifatnya politis,” katanya.
Kini, angka defisit memang tinggal Rp27 miliar. Tetapi angka tersebut belum menjadi garis finis.
Pemerintah masih harus mencari pos yang akan dipangkas, sementara DPRD menunggu kalkulasi yang lebih utuh dari TAPD.
Baca Juga:Jam Kerja ASN Kota Tasikmalaya Jadi 07.30 Hari ini, Sekda: Jangan Antar Anak Lalu Pulang LagiKereta Api Lokal Tasikmalaya Didorong Kembali Beroperasi, KAMMI Soroti Stasiun Lama yang Sepi
Dengan waktu pembahasan yang terbatas, pertanyaannya bukan lagi sekadar bagaimana Rp180 miliar bisa menyusut menjadi Rp27 miliar, melainkan siapa yang akhirnya harus menanggung sisa lubang Rp27 miliar tersebut.
Jangan sampai APBD terlihat sehat karena angka sudah dipaksa nol, sementara program publik justru ikut dikorbankan di balik angka tersebut. (rezza rizaldi)
