TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Wacana menghidupkan kembali layanan kereta api lokal Tasikmalaya kembali mencuat.
Kali ini, dorongan datang dari Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Tasikmalaya yang meminta pemerintah daerah tidak berhenti membangun jalan, tetapi mulai serius memikirkan integrasi transportasi berbasis rel.
Gagasan tersebut dibawa KAMMI Tasikmalaya dalam audiensi bersama DPRD Kota Tasikmalaya, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta PT KAI Daop 2 Bandung, Senin (14/9/2026).
Baca Juga:Konfercab HMI Tasikmalaya Masuk Uji Publik, Lima Kandidat Berebut Kursi KetuaBaraya GHN Cimerak Cup II Tasikmalaya Gali Potensi Ganda Putera Masa Depan! Diikuti 233 Pasangan
KAMMI menilai keberadaan jalur dan sejumlah stasiun di wilayah Tasikmalaya memiliki potensi besar untuk kembali menjadi bagian dari sistem mobilitas masyarakat.
Stasiun Manonjaya, Rajapolah, Indihiang, Awipari hingga Ciawi dinilai bukan sekadar bangunan yang berdiri di pinggir jalur rel, tetapi dapat menjadi simpul aktivitas ekonomi dan sosial apabila terhubung dengan layanan kereta api lokal.
Ketua Umum PD KAMMI Tasikmalaya Muhammad Syafiq Majdi mengatakan, kereta api lokal tidak seharusnya dilihat sebatas moda untuk mengangkut penumpang.
Menurut dia, transportasi berbasis rel dapat membuka konektivitas antarkawasan sekaligus memberikan efek berganda terhadap perekonomian, pendidikan, perdagangan hingga pariwisata.
“Kereta api lokal bukan hanya tentang bagaimana masyarakat berpindah dari satu tempat ke tempat lain,” ujar Syafiq.
“Ini adalah tentang bagaimana kita membuka kembali konektivitas antarkawasan, menghidupkan simpul-simpul ekonomi, memperluas akses pendidikan, dan menghadirkan alternatif transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” sambungnya.
Ia menilai, keberadaan stasiun yang kembali aktif berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitarnya. Pedagang, pelaku UMKM, pekerja hingga pelajar bisa memperoleh alternatif mobilitas yang lebih efisien.
Baca Juga:Tarung Derajat Masuk Dunia Kerja, Satlatsus BRISPA Tasikmalaya Bentuk Insan Perbankan yang TangguhKADIN Jabar Minta Drama Mukota Kota Tasikmalaya Tamat, Abdul Karim Ditagih Kerja Nyata
“Bayangkan jika stasiun-stasiun kecil seperti Manonjaya, Rajapolah, Indihiang, Awipari, dan Ciawi kembali menjadi bagian dari aktivitas transportasi masyarakat. Akan ada kehidupan baru yang tumbuh di sekitar stasiun, akan ada peluang ekonomi baru, dan akan ada mobilitas masyarakat yang semakin terbuka,” katanya.
KAMMI juga mengkritisi pola pembangunan transportasi yang selama ini cenderung identik dengan pembangunan infrastruktur jalan.
Menurut mereka, konektivitas tidak cukup hanya mengandalkan kendaraan pribadi dan jaringan jalan.
