“Dunia pendidikan itu tidak sekadar dunia amanah untuk anak-anak didik kita mendapatkan ilmu pengetahuan. Tetapi juga mendapatkan insight tentang bagaimana berpendidikan, bagaimana mengelola pendidikan, dan bagaimana amanah ini tidak dikotori oleh praktik-praktik seperti ini,” katanya.
Atas dasar itu, Asep meminta Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XII Jawa Barat ikut mengevaluasi persoalan tersebut. Ia menilai KCD memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk memastikan kasus tersebut tidak berhenti sebagai urusan penegak hukum.
“KCD XII harus bisa mengungkap ini,” tegasnya.
Ia meminta evaluasi dilakukan terhadap kepala sekolah, jajaran sekolah, maupun pihak lain yang berkaitan dengan tata kelola pendidikan di wilayahnya.
Baca Juga:Dibidik Dunia Kerja, SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya Perkuat Mutu Pendidikan35 Tahun Primajasa: ETA, Disiplin, dan Jalan Pengabdian H. Amir Mahpud
“KCD harus memberikan peringatan kehati-hatian. Ini harus menjadi peristiwa terakhir,” ujarnya.
Asep juga meminta KCD terbuka kepada publik ketika terjadi persoalan di lingkungan pendidikan.
“KCD harus berani angkat bicara. Mereka yang diberi amanah harus mampu menjelaskan apa pun kalau terjadi sesuatu. Jangan bersembunyi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat, Zhairy Andhryanto, telah dikonfirmasi melalui pesan singkat sejak Sabtu (12/9/2026). Namun, hingga kini belum memberikan jawaban terkait kemunculan kasus guru SMA jadi koordinator pengepul calon mahasiswa kedokteran Unsoed. Demikian juga dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Tasikmalaya, tidak ada yang memberikan jawaban ketika ditanya terkait kasus yang tengah ditangani KPK tersebut.
Diberitakan sebelumnya, KPK menggeledah sejumlah lokasi pada 9-10 September 2026 dalam pengembangan kasus dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru Unsoed. Salah satu lokasi yang digeledah adalah rumah seorang guru SMA di Tasikmalaya.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan guru tersebut diduga berperan sebagai koordinator pengepul calon mahasiswa baru Unsoed.
“Salah satu guru SMA di Tasikmalaya diduga sebagai koordinator pengepul calon mahasiswa,” ujar Budi dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga:Periksa Saksi Tragedi Cilembang, Polres Tasikmalaya Kota Ungkap Fakta BeginiKorban Dugaan Tindak Kekerasan di Cilembang Meninggal Dunia, Polres Tasikmalaya Kota Masih Lacak Jejak Pelaku
Selain rumah guru tersebut, KPK menggeledah ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas serta rumah sejumlah pejabat Unsoed. Penggeledahan dilakukan karena penyidik menduga terdapat pihak yang mengetahui proses pemberian rekomendasi kepada calon mahasiswa yang sebelumnya menyerahkan sejumlah uang.
