​Pelibatan elemen masyarakat dinilai krusial lantaran warga lokal merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan dampak pembangunan wilayah.
​”Prosesnya harus terbuka dan inklusif. Jangan sampai warga baru mengetahui perencanaan tersebut saat seluruh dokumennya sudah rampung,” pungkasnya.
​Guna menjaga mutu perencanaan, Asep merekomendasikan pemda merangkul kalangan akademisi, salah satunya Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berpengalaman dalam pengembangan destinasi pariwisata Jawa Barat.
Baca Juga:Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya Pamit !Mukota Kota Tasik Ditunda, Ada KADIN Jabar di Pusaran Cerita!
​Asep mencatat, ITB telah diberi kepercayaan oleh pemerintah pusat untuk mengawal pengembangan kawasan wisata Jawa Barat lewat pendekatan Sustainable Tourism Observatory (STO).
​”Untuk perancangan masterplan, saya menyarankan pemda menggaet akademisi dari ITB. Kampus ini memang ditunjuk pusat untuk penataan wisata Jabar berbasis pendekatan STO,” katanya.(Deni Nurdiansah)
