Mirwan Suwarso: Cesc Fabregas Johan Cruyffnya Como

Cesc Fabregas
Cesc Fabregas  Foto: Tangkapan layar Instagram@comofootball
0 Komentar

Menurut Fabregas, Como sebenarnya memiliki rencana jangka panjang untuk mencapai Liga Champions. Klub memperkirakan target tersebut baru bisa dicapai dalam lima atau enam tahun.

Namun, kenyataan datang jauh lebih cepat.

“Kami adalah klub yang sangat muda. Kami membuat langkah maju jauh lebih cepat dari perkiraan,” kata Fabregas.

Pelatih asal Catalan itu juga menegaskan bahwa mentalitas menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Baca Juga:Fiorentina Menang 4-2, Mastantuono Ukir Rekor Gila di Serie ALazio Vs AC Milan, Amorim Minta Pemain Milan Belajar dari Gattuso

Ia merasa dirinya bisa mencapai level tinggi sebagai pemain karena selalu berusaha melampaui batas yang dimilikinya. Pengalaman tersebut kini ingin ditularkan kepada para pemain muda Como.

“Saya seorang pemimpi. Saya percaya bisa menjalani karier sebagai pesepak bola karena memiliki mentalitas untuk melewati batas tertentu,” ujar Fabregas.

Ia kemudian menjelaskan bahwa kepercayaan terhadap diri sendiri merupakan salah satu nilai yang kini ingin ia tanamkan kepada skuad Como.

“Sekarang, sebagai pelatih, saya mencoba meneruskannya. Kami memiliki banyak pemain muda dan saya berusaha memberikan pengalaman serta nilai-nilai yang saya miliki kepada mereka,” katanya.

Mengapa Suwarso Menyebut Fabregas Cruyff?

Perbandingan dengan Johan Cruyff menjadi semakin menarik jika melihat proyek yang sedang dibangun Como.

Cruyff merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Barcelona.

Ketika menjadi pelatih Barcelona, ia membawa perubahan besar terhadap filosofi klub, termasuk cara mengembangkan pemain muda.

Salah satu warisan terbesarnya adalah bagaimana prinsip permainan tim utama ditanamkan sejak level akademi.

Baca Juga:Deco Murka Raphinha dan Pedri Dicoret dari Ballon d'Or: "Ini Skandal Global!”Legenda Inter Bongkar Rahasia Kesuksesan Como di Liga Champions: Ada Peran Besar Pencari Bakat di Balik Layar 

Para pemain muda tidak hanya dipersiapkan secara individual, tetapi juga dibentuk agar memahami filosofi sepak bola yang sama dengan tim senior.

Model tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi keberhasilan akademi Barcelona dalam melahirkan banyak pemain berkualitas.

Suwarso tampaknya melihat sesuatu yang serupa dalam diri Fabregas.

Como bukan sekadar mengejar hasil jangka pendek. Klub juga berusaha membangun identitas dan budaya sepak bola yang dapat bertahan dalam jangka panjang.

Fabregas, dengan pengalaman panjang sebagai pemain dan pemahamannya terhadap sepak bola Spanyol, Inggris, serta Eropa, menjadi figur penting dalam proses tersebut.

0 Komentar