Ia menegaskan, keputusan mengenai langkah berikutnya akan terlebih dahulu dibahas bersama timnya dan tetap mempertimbangkan aturan organisasi.
“Pastinya saya akan diskusikan dulu sama tim. Ini bagaimana dan apanya seperti itu,” kata Asep.
Dengan kata lain, apakah hasil Mukota nantinya langsung diterima atau masih akan dibahas lebih lanjut, Asep belum memberikan kepastian.
“Saya tidak tahu. Intinya saya no comment,” tegasnya.
Baca Juga:Pleno Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya Segera Dimulai! Alif Hamzah Jadi Ketua SC, Arif Hidayat Putra Pegang OCSC dan OC Baru Dipilih, Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya Segera Masuk Babak Pemilihan! Karim Hadir yang Lain ..
Sikap Asep tersebut menjadi warna tersendiri dalam babak baru Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya.
Sebab, ketika KADIN Jawa Barat sudah menarik rem penundaan dan memerintahkan agenda tetap berjalan, pertanyaan di tingkat lokal justru belum seluruhnya mendapatkan jawaban.
Mukota pun berjalan dengan struktur kepanitiaan baru, sementara kandidat dan peserta pemilik hak suara mulai masuk ke arena.
Kandidat Ketua KADIN Kota Tasikmalaya lainnya, Muhamad Abdul Karim, telah hadir sejak pagi. Sementara Asep Saepulloh belum terlihat di arena ketika proses Mukota berlangsung.
Situasi ini membuat kontestasi menuju kursi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya periode 2026-2031 semakin menarik.
Kepanitiaan berganti di tengah jalan, surat penundaan ditolak, sementara salah satu kandidat justru memilih berada di luar arena dan menahan komentar.
Mukota akhirnya tetap berjalan. Tetapi, seperti drama yang belum tamat, persoalannya bukan sekadar siapa yang akan terpilih.
Baca Juga:SC-OC Mundur, Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya Tetap Jalan! Panitia Diambil Alih Kadin JabarTak Hanya SC, Ketua dan Sekretatis OC MUKOTA V KADIN Kota Tasikmalaya Ikut Mundur! Ada Apa?
Kini publik organisasi dunia usaha menunggu apakah seluruh pihak akan menerima hasil forum tersebut atau justru membuka babak baru setelah palu pemilihan diketuk.
Sebab dalam Mukota kali ini, yang berganti bukan hanya nama panitia. Sikap politik organisasi pun masih menyisakan tanda tanya. (rezza rizaldi)
