Dengan begitu, Tasik Muslim Fair diharapkan tidak berhenti sebagai tempat belanja, tetapi juga menjadi ruang bertukar ilmu.
“Tidak sekadar belanja, tapi juga ada ilmu yang bisa didapat. Ada kajian, ilmu tentang bisnis, untuk anak-anak, parenting untuk orang tua, dan khusus muslimah juga ada,” tutur Rully.
Upaya memperluas segmen peserta juga dilakukan tahun ini dengan menggandeng anak muda dan komunitas.
Baca Juga:Polemik Mukota KADIN Kota Tasikmalaya Mulai Muncul! Fauzan Tak Lolos Verifikasi, Diduga DijegalDua Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya Sabtu ini
Salah satunya melalui kegiatan Din Warriors, yakni lomba yang menyasar pelajar tingkat SMP.
Rully menyebut, segmen usia SMP sebelumnya belum banyak tersentuh dalam penyelenggaraan Tasik Muslim Fair.
Tahun ini, panitia mencoba membuka ruang tersebut melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan.
Untuk tenant, produk yang hadir cukup beragam. Mulai dari fashion muslim dan muslimah, multiproduk, travel umrah, pendidikan, percetakan, parfum hingga kuliner.
Mayoritas tenant berasal dari wilayah Priangan Timur dan sekitarnya. Meski demikian, terdapat pula brand dari luar daerah, seperti Fathira dari Yogyakarta yang telah memiliki store di Kota Tasikmalaya serta Halim Quran dari Bandung.
Khusus sektor kuliner, panitia juga menerapkan pembatasan jumlah tenant.
Langkah itu dilakukan agar produk sejenis tidak terlalu menumpuk dan setiap pelaku usaha memiliki kesempatan yang lebih proporsional untuk mendapatkan konsumen.
Rully menegaskan, penyelenggaraan Tasik Muslim Fair 2026 tidak hanya mengejar transaksi.
Selama tiga tahun penyelenggaraan, panitia ingin membangun ekosistem kegiatan yang memadukan belanja, kuliner, edukasi, kajian dan aktivitas keluarga.
Baca Juga:UMB AI Educator Day 2026 Dorong Digitalisasi SekolahCegah Anemia Remaja Putri, Pemkot Tasikmalaya Gencarkan Aksi Bergizi di Sekolah
“Output yang diambil selama tiga tahun ini tentunya selain sekadar belanja dan jajan kuliner, kita juga ada kajian, ada ilmu tentang bisnis, untuk anak-anak, parenting untuk orang tua. Jadi tidak sekadar belanja, tapi juga ada ilmu,” katanya.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan utama tersebut dapat diikuti masyarakat secara gratis.
Hal itu menjadi salah satu daya tarik Tasik Muslim Fair 2026 di tengah agenda pameran yang umumnya identik dengan transaksi.
Rully pun mengajak masyarakat, khususnya kaum muslimin di Priangan Timur dan Kota Tasikmalaya, untuk meramaikan gelaran tersebut.
“Mari kita ramaikan Tasik Muslim Fair 2026 di Graha Asia Kota Tasikmalaya tanggal 1 sampai 4 Oktober 2026. Insyaallah banyak gratis. Itu istimewanya acara ini,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
