Kasus Kebakaran Lahan di Garut Melonjak Drastis di Musim Kemarau

Pemadaman
Petugas Disdamkarmat Kabupaten Garut saat melakukan pemadaman di lahan terbakar belum lama ini. (Disdamkar Garut)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut mencatat peningkatan signifikan jumlah kejadian kebakaran sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan data penanganan kebakaran hingga 6 September 2026, tercatat sebanyak 450 peristiwa kebakaran.

Jumlah itu meningkat dibandingkan total kejadian sepanjang tahun 2025 yang mencapai 225 kejadian.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut Usep Basuki Eko mengatakan, dari total 450 kejadian pada 2026, sebanyak 204 kejadian merupakan kebakaran nonlahan.

Baca Juga:PGRI Kota Banjar Ingatkan Guru Agar Tak Terjebak Pinjaman Ilegal dan JudolDorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan Provinsi

“Sementara 246 kejadian lainnya merupakan kebakaran lahan. Dengan demikian, sudah terjadi peningkatan sebanyak 225 kejadian atau sekitar 100 persen dibandingkan keseluruhan kejadian kebakaran sepanjang 2025,” ucapnya, Selasa, 8 September 2026.

Perbandingan tersebut menunjukkan peningkatan jumlah kejadian kebakaran pada 2026 terutama dipengaruhi tingginya kasus kebakaran lahan.

Ia menerangkan, kondisi yang paling menjadi perhatian adalah peningkatan kasus kebakaran lahan.

Pada 2025, Disdamkarmat Kabupaten Garut mencatat sebanyak 21 kejadian kebakaran lahan. Sementara hingga 6 September 2026, jumlahnya telah mencapai 246 kejadian.

Melihat data tersebut artinya terjadi penambahan sebanyak 225 kejadian, atau sekitar 1071,43 persen dibandingkan jumlah kebakaran lahan sepanjang tahun 2025.

Ia menerangkan lonjakan paling tinggi pada 2026 terjadi pada Agustus sebanyak 122 kejadian kemudian Juli dengan 81 kejadian.

“Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan risiko kebakaran lahan yang sangat signifikan dan masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun,” katanya.

Baca Juga:Kawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan SementaraPenerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan Kecelakaan

Sementara itu, untuk kebakaran nonlahan, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 204 kejadian. Sedangkan pada 2026 hingga 6 September tercatat telah menyamai total kejadian tahun lalu yaitu 204 kejadian.

Kejadian kebakaran nonlahan tertinggi pada 2026 terjadi pada Juli sebanyak 35 kejadian, disusul Agustus 29 kejadian dan Februari 27 kejadian.

Ia mengatakan jumlah kejadian tersebut telah menyamai total kejadian nonlahan sepanjang 2025.

“Hingga 6 September 2026, tercatat sebanyak 204 kejadian, atau mencapai 100 persen dari total kejadian tahun sebelumnya,” katanya.

Dari banyaknya kasus kebakaran ini menjadi gambaran penting mengenai meningkatnya ancaman kebakaran di wilayah Garut.

Terlebih, lonjakan kebakaran lahan yang mencapai lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya menjadi perhatian serius dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.

Pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam menghadapi potensi kebakaran lahan yang meningkat pada periode pertengahan tahun. “Memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran,” pungkasnya. (Agi Sugiana)

0 Komentar