Hujan Tak Kunjung Turun, Petani di Pangandaran Harus Menunda Tanam Padi

masa tanam pandi, musim kemarau
Area pesawahan saat masa tanam di Parigi Pangandaran beberapa waktu lalu. (Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID–Para petani di Kabupaten Pangandaran harus menunda masa tanam lebih lama lagi. Hal ini karena hujan masih tak kunjung datang menghidupkan sumber-sumber pengairan.

Salah seorang petani di Parigi Kabupaten Pangandaran Sadili mengatakan, biasanya di bulan awal Oktober para petani sudah memulai masa tanam.

“Kalau sekarang tidak menentu, nyatanya sampai dengan akhir September ini belum juga turun hujan,” katanya kepada Radar Minggu (27/9/2026).

Baca Juga:Pengangkatan Dewas RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Masih Disorot, Disebut Abaikan Aturan dan Sarat KepentinganAlumni SMAN 1 Cikatomas Tasikmalaya Berkumpul, Percayakan Ajang Ramdani Memimpin IKA SMANCIKA

Menurut dia, jiak awal oktober sudah turun hujan, dia juga tidak ujug-ujug melakukan tanam padi. “Ya kalau pun hujan, tapi debit airnya kurang, gak bisa bisa langsung di traktor (dibajak),” ungkapnya.

Ia mengatakan, saat ini jenis sawah yang ada di Parigi kebanyakan memakai sistem tadah hujan. “Kalau irigasi juga, musim kemarau panjang seperti ini pasti susah. Pasti tahun ini masa tanamnya tidak akan berbarengan,” katanya.

Petani lainya Sukardi, merasa khawatir dengan musim kemarau yang cukup panjang. “Ya saya dengar lebih panjang, tahun depan juga, gimana mau produksi padi,” jelasnya.

Saat ini, persediaan gabah di leuit juga sudah semakin berkurang. Bahkan sebagian besar sudah dijual. “Sekarang mah dikonsumsi saja, takutnya kemarau masih panjang,” katanya.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar