PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Persoalan plang berisi larangan merokok di Pantai Barat Pangandaran masih memunculkan beragam reaksi dari masyarakat dan wisatawan. Banyak yang menilai, bahwa pemasangan plang larangan merokok tersebut, akan berpengaruh pada kunjungan dan juga kenyamanan wisatawan.
Saat ini, plang tersebut sudah tidak ada lagi alias sudah dicabut dari tempat semula, namun hal itu malah memunculkan banyak pertanyaan.
Salah seorang warga Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran Hikmat (59) berpendapat bahwa pemasangan plang larangan merokok di objek wisata dirasa kurang pas.”Kalau secara etika dan sosial tentunya,” katanya kepada Radar Minggu (27/9/2026).
Baca Juga:Pengangkatan Dewas RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Masih Disorot, Disebut Abaikan Aturan dan Sarat KepentinganAlumni SMAN 1 Cikatomas Tasikmalaya Berkumpul, Percayakan Ajang Ramdani Memimpin IKA SMANCIKA
Ia menegaskan, bahwa Pemkab Pangandaran harus menimbang dampak yang akan ditimbulkan jika memasang plang larangan merokok di tempat wisata. Terlepas bahwa aturan tersebut memang sudah disahkan dan benar adanya, perlu ada pertimbangan-pertimbangan dari pemangku kebijakan.
“Kan wisatawan datang ke pantai itu untuk enioy, santai, ngopi, udud, jelas akan berpengaruh besar,” ujarnya.
Kata dia, jika opsi pemasangan plang tidak bisa dilakukan, maka pemerintah bisa menyiasati penegakan perda tersebut dengan cara yang lain. “Kalau secara aturan perda Kawasan Tanpa Rokok memang harus ditegakan, perda yang lain juga seharusnya ikut ditegakan, contohnya perda miras, kalau bicara aturan;” ujarnya.
Ia mengatakan, dampak yang akan ditimbulkan pasti akan dirasakan oleh pelaku usaha wisata.”Pasti wisatawan pundung, ya dampaknya ke pelaku wisata,” ungkapnya.
Salah wisatawan asal Bandung Rohman Nugraha (38) berpendapat bahwa aturan larangan merokok di area wisata akan mengurangi minat datang ke Pangandaran.”Ya jelas, wisatawan banyak yang perokok, pasti,” katanya.
Ia pun berharap, pemerintah setempat bisa lebih bijak dalam menerapkan aturan tersebut.”Demi kenyamanan semuanya,” ucapnya.(Deni Nurdiansah)
