PANGANDARAN, RADARTASIK.ID -Dampak musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pangandaran kian membuat sumber air di beberapa permukiman semakin keruh. Kondisi tersebut menyulitkan warga untuk mencukupi keperluan konsumsi baik minum dan memasak.
Setelah selama hampir empat bulan tanpa hujan, krisis air bersih merambah Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang.
Sumur warga yang kian mengering kini hanya mengeluarkan air berwarna kuning keemasan. ​Akibat kualitas air yang memprihatinkan, masyarakat tidak berani menggunakannya untuk konsumsi.
Baca Juga:Misi Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya Dinilai Tidak RealistisPemkot Tasikmalaya Ingin Menata Dadaha, Meskipun PKL Tetap Ada
Air sumur tersebut harus disaring berulang kali sebelum dipakai untuk mandi dan membersihkan peralatan dapur.
Salah seorang warga Rasini mengatakan, untuk Kebutuhan minum dan memasak terpaksa dipenuhi dengan membeli air galon yang menambah beban finansial warga.
​”Untuk urusan mencuci pakaian juga berpindah ke Sungai Ciseel. Setiap pagi dan sore, kami warga disini pergi ke sungai yang juga mulai mengering tersebut untuk memanfaatkan sisa genangan air,” katanya kepada Wartawan Selasa (8/9/2026).
​Ia mengatakan bahwa perubahan warna dan penurunan debit air sumur sudah terjadi sejak dua bulan lalu.”Kami khawatir sumber airnya akan habis total jika kemarau berlanjut,” jelasnya.
Warga lainya Karno mengatakan bahwa air sumur di wilayahnya sudah tidak layak konsumsi dan berharap ada tindakan cepat dari pihak terkait.
“​Warga disini sangat mengharapkan pasokan air bersih dari pemerintah desa maupun Pemkab Pangandaran untuk menopang kebutuhan pokok sehari-hari hingga musim hujan tiba,” terangnya.(Deni Nurdiansah)
